Author: Christopherus

  • TEMBANG MADAH di saat NATAL

    Sahabat, lebih dari duaribu tahun yang  silam, di kota Yerusalem, terdengarlah Maria, perempuan yang beroleh kasih karunia Tuhan,   melantunkan tembang madah (pujian) bagi Tuhan.  Suatu anugerah besar bagi Maria karena Tuhan berkenan menjadikannya saluran berkat bagi dunia, karena melalui dirinya lahirlah Sang Juruselamat dunia. 

    Untuk menggenapi rencana Tuhan tersebut,  Maria berani membayar harga yaitu menanggung risiko besar, bisa dihukum mati karena dituduh berzinah.  Karena itulah di tengah-tengah situasi sulit Maria bisa bersyukur dan mendedangkan madah  dan memuliakan Tuhan.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “TEMBANG MADAH di saat NATAL”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Injil Lukas 1:46-56. Sahabat,  atas respons dan peneguhan dari Elizabet, Maria dengan sukacita mendedangkan madah yang begitu indah kepada Allah. Madah Maria dalam bahasa Latin disebut magnificat artinya memuliakan. Madah tersebut muncul dari hati Maria yang terdalam, menyangkut karya Allah yang besar atas dirinya dan umat-Nya.

    Dalam bagian yang pertama (ayat 46-49), Maria memuji Allah karena perkara besar yang Allah telah lakukan bagi dia. Maria memahami keberadaan dirinya. Terlebih di hadapan Allah, ia hanya seorang hamba. Itulah sebabnya, orang akan menyebut dia berbahagia karena telah dipilih untuk mengandung dan melahirkan Anak Allah.

    Sedangkan pada bagian yang kedua (ayat 50-53), Maria memuji Allah karena kekudusan, rahmat, dan kuasa-Nya, yang ditujukan kepada orang-orang yang takut akan Dia. Allah juga akan menunjukkan kuasa-Nya atas mereka yang meninggikan diri, yaitu mereka yang angkuh, penguasa yang korup, dan orang kaya yang tidak memedulikan orang miskin.

    Di bagian terakhir,  ketiga (ayat 54-55), Maria memuji Allah yang setia pada
    perjanjian-Nya dengan umat-Nya.

    Sahabat, dari madah Maria, nyata imannya bahwa Allah akan setia memelihara
    umat-Nya sebagaimana yang telah Dia janjikan kepada Abraham, nenek moyang mereka. Dari pokok-pokok iman di dalam madah Maria, nyata juga pengharapannya sebagai umat Allah, yaitu bahwa Allah akan bertindak menolong mereka.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Mengapa Maria mendedangkan tembang madah bagi Allah? (Ayat 46-49)
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 50 -53?
    3. Mengapa Maria mendendangkan tembang madah bagi Allah? (Ayat 54 – 55)

    Selamat sejenak merenung. Selamat Natal. Selamat memasuki dan menjalani tahun baru 2022.  Pujilah Allah dengan segenap hati dan dengan segenap kesadaran serta pemahaman kita. Terpujilah Tuhan! (pg)

  • YESUS: TERANG SEJATI

    Sahabat, coba bayangkan bila dunia ini gelap gulita, tanpa secercah cahaya sedikit pun.  Pasti tidak akan ada kehidupan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa, dan tidak ada makhluk yang dapat hidup.  Karena itu berfirmanlah Tuhan,  “Jadilah terang. Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. …”  (Kejadian 1:3-5a). 

    Tuhan pun melengkapi dengan benda-benda langit:  Matahari, bulan dan bintang.  Dengan adanya terang, makhluk hidup dapat bertumbuh dan ada kehidupan, manusia pun dapat melakukan aktivitasnya.  Sungguh, semua orang membutuhkan terang atau cahaya.  Memang, kita memiliki mata yang berfungsi untuk melihat, tetapi apabila tidak ada terang atau cahaya, mata kita pun tidak dapat berfungsi untuk melihat.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “YESUS: TERANG SEJATI”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yohanes 8:12-20 dengan penekanan pada ayat 12. Sahabat, Yesus melakukan banyak perbuatan besar, seperti mengajar, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan lain-lainnya. Hal tersebut membuat banyak orang bertanya mengenai siapa diri-Nya yang mampu melakukan hal-hal seperti itu. Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah Terang dunia (ayat 12). Ia menegaskan bahwa setiap orang yang mengikut-Nya akan memiliki terang dalam hidupnya.

    Sahabat, orang Farisi tidak menerima pernyataan Yesus tersebut (ayat 13). Mereka meragukan-Nya karena diperlukan dua saksi untuk sebuah kebenaran. Lalu, Yesus menyatakan dengan jelas mengenai diri-Nya. Dia tahu siapakah diri-Nya dan apa yang akan dilakukan-Nya, sementara orang Farisi merasa lebih tahu, padahal mereka sama sekali tidak mengetahuinya (ayat 14 dan 19). Yesus diutus untuk menyatakan kehendak Bapa-Nya (ayat 16). Dengan demikian, ada dua pribadi yang memahami Yesus, yaitu diri-Nya dan Allah (ayat 18). Hal ini dipandang benar menurut hukum Taurat (ayat 17).

    Sering kali kita juga sulit memahami Yesus. Perkembangan kehidupan dengan segala kemajuannya dapat mengalihkan mata kita dari terang Kristus. Seakan-akan Ia tidak berperan apa-apa dalam kehidupan ini. Kita diingatkan bahwa Yesus Kristus adalah Terang kehidupan. Yesus ingin pengikut-Nya memahami kehendak Allah dan dapat menjalani kehidupan dengan benar.

    Dinamika kehidupan yang naik turun dengan cepat seharusnya membuat kita makin percaya dan bergantung penuh kepada Tuhan. Dengan begitu, kita dapat merasakan kuasa penyertaan-Nya yang ajaib dalam setiap kisah kehidupan. Jangan biarkan keadaan yang sulit mengusai diri kita dan menggantikan kuasa Kristus. Yesus adalah Terang dan biarlah Ia senantiasa menerangi setiap langkah dalam hidup kita.

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, dan kini Tuhan Yesus menyerahkan tongkat estafet itu kepada kita, anak-anak-Nya, untuk melanjutkan tugas-Nya menyinari dunia ini dengan terang surgawi. Tolong bagikan pemahamanmu bagaimana caranya agar kita dapat berperan sebagai terang dunia. Selamat sejenak merenung. Terang Tuhan menerangi hati, pikiran,  dan langkah kita dalam menjalani tahun baru 2022. (pg) 

  • ReKat: Ada KEAMANAN dan KEDAMAIAN (23 Desember 2021)

    Bacaan Sabda: Yesaya 26:1-21

    1. Di ayat 3 nabi Yesaya menyerukan: Supaya pada waktu kita menghadapi kesulitan tetap percaya kepada Allah karena  Dia akan menjaga dengan Damai Sejahtera-Nya.
    2. Di ayat 4 nabi Yesaya menyerukan: Supaya pada waktu kita menghadapi kesulitan tetap percaya kepada Tuhan Allah karena Dia adalah gunung batu yang kekal.
    3. Di ayat  9  nabi  Yesaya  mengerjakan: Dengan segenap jiwa merindukan Tuhan pada waktu malam  dan dengan sepenuh hati mencari Tuhan di waktu pagi. Dia merindukan kedatangan Tuhan yang akan menghakimi penduduk di bumi, maka penduduk di dunia ini akan mengetahui apa itu kebenaran dan keadilan. 
    4. Di ayat 12 nabi Yesaya menyatakan: Tuhan akan menyediakan Damai Sejahtera bagi kita yang setia dan teguh percaya kepada-Nya. Karena itu, percayalah kepada TUHAN selama-lamanya.

    (Swan Lioe)

  • KRISTUS adalah ALFA dan OMEGA

    Sahabat, dalam mengerjakan misi yang diamanatkan Bapa kepada-Nya, Kristus tidak pernah mengerjakan segala sesuatunya dengan setengah-setengah, tapi diselesaikan-Nya sampai tuntas, dan puncaknya adalah melalui pengorban-Nya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. 

    Kristus adalah Alfa dan Omega, Yang awal dan Yang akhir;  Ia yang mengawali dan Ia pula yang mengakhirinya.  Jadi, Kristus selalu menyelesaikan karya-Nya sampai purna,  “Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”  (Filipi 1:6).

    Untuk lebih memahami topik tentang: “KRISTUS adalah ALFA dan OMEGA”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Wahyu 1:17-20 dengan penekanan pada Wahyu 1:8. Sahabat, kemarin adalah sejarah, hari ini adalah hidup kita sekarang, sedangkan esok adalah misteri. Tidak ada seorang pun yang mengetahui masa depan. Bahkan, dengan teknologi yang paling mutakhir pun, tidak ada manusia yang dapat memastikan masa depan. Masa depan adalah samar-samar bagi manusia. Manusia hanya bisa membuat rancangan dan predikasi, tetapi tidak mampu memastikan apa yang akan terjadi. Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa yang menguasai masa depan adalah Tuhan.

    Dalam bacaan kita pada hari ini, rasul Yohanes menerima wahyu dari Gurunya, Yesus Kristus, untuk diteruskan kepada tujuh jemaat di Asia Kecil. Walaupun Yohanes sangat dekat dengan Gurunya, kali ini ia bertemu dengan Kristus yang hadir dalam kemuliaan-Nya, sehingga ia tersungkur dan sujud di kaki Yang Awal dan Yang Akhir (ayat 17), Alfa dan Omega (ayat 8), Yang telah mati namun hidup selama-lamanya (ayat 18). Kristus adalah Yang Awal karena tidak ada yang ada sebelum Ia ada. Ia mula-mula sudah ada karena Ia adalah Pencipta segala yang ada. Kristus adalah Yang Akhir karena hanya Dia yang mampu memegang masa depan.

    Sahabat, Allah melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan secara bersamaan karena Ia itu kekal. Ia mengasihi gereja-Nya sehingga Ia menyampaikan tentang apa yang akan terjadi di masa depan supaya gereja berjaga-jaga dan siap menghadapinya. Supaya setiap orang percaya secara individu bisa mengambil bagian dalam rencana Allah yang besar, kita harus mengerti maksud Allah untuk gereja-Nya.

    Selama kita tinggal dekat Tuhan dan menyediakan diri untuk disertai, Ia yang berjanji itu setia.  Tuhan berkata,  “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”  (Wahyu 21:6).  Kata cuma-cuma tersebut tidak berarti bahwa semua orang, termasuk  orang yang menolak akan diberi, tapi hanya orang yang merasa hauslah  (yang punya kerinduan besar)  yang akan Tuhan beri,  “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”  (Matius 5:6).

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, bagikanlah pemahamanmu mengenai Kristus adalah Alfa dan Omega. Selamat sejenak merenung. Selamat Natal. Tuhan Yesus beserta kita dalam memasuki dan menjalani tahun baru 2022. Tuhan memberkati. (pg)

  • MENYINGKAPKAN KEBENARAN

    Syukur kepada Tuhan, ada cukup banyak orang percaya yang mengikuti program pembacaan Alkitab secara berurutan dari Kejadian sampai dengan Wahyu dalam waktu satu tahun. Bagaimana perasaan Sahabat ketika mulai memasuki kitab Wahyu?   

    Sahabat, ada yang menyangka kitab Wahyu hanya berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan penghakiman di akhir zaman dan sangat sulit dimengerti karena banyak menggunakan lambang. Sesungguhnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “MENYINGKAPKAN KEBENARAN”. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari kitab Wahyu 1:1-3. Sahabat, kitab Wahyu, sesuai dengan artinya, ditulis dengan tujuan untuk menyingkapkan atau membukakan kebenaran. Kitab Wahyu diumpamakan seperti sebuah lukisan yang sebelumnya terselubung, lalu selubung itu disingkapkan sehingga lukisan tersebut kini tampak jelas.

    Bacaan kita pada hari ini  merupakan pembuka dari kitab Wahyu, “Inilah wahyu Yesus Kristus” (ayat 1), itu berarti Yesus sebagai sumbernya, sekaligus Dia sebagai berita utamanya. Keduanya mengungkapkan kebenaran yang penting.

    Kitab Wahyu merupakan wahyu dari dan tentang Yesus. Dari Yesus Kristus menegaskan bahwa apa yang Yohanes tulis merupakan segala sesuatu yang Yesus telah nyatakan kepadanya. Sedangkan tentang Yesus, berarti wahyu ini menyingkapkan pribadi-Nya. Dia telah mati, bangkit, dan naik ke surga serta karya-Nya di dalam kehidupan orang percaya pada masa kini, dan juga menyingkapkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi berkaitan dengan kedatangan-Nya yang kedua kali.

    Sahabat, itulah keindahan kitab Wahyu. Kitab ini menyingkapkan isi hati Allah. Kepada para pembaca kitab ini, Dia berjanji, “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (ayat 3)

    Janji tersebut berlaku bagi setiap orang percaya dari segala abad dan tempat. Juga berlaku bagi kita yang membaca dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya. Bagi orang percaya hendaknya bersaksi tentang kasih Kristus dengan cara  menjalankannya.

    Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, bagikanlah pengalamanmu ketika membaca kitab Wahyu. Berkat apa saja yang Sahabat peroleh. Selamat sejenak merenung. Selamat menyambut natal dan tahun baru 2022 dengan penuh syukur dan sukacita. Tuhan memberkati. (pg)

  • DOA membawa KEBERHASILAN

    Martin Luther, sang reformator, berkata bahwa doa adalah nafas hidup orang percaya. Lebih jauh dia berkata  bahwa menjadi orang percaya tanpa berdoa tidak lebih dari menjadi seorang yang hidup tanpa bernafas. Jika dilihat dari sisi medis, orang yang sudah tidak bernafas berarti  sudah meninggal dunia. Kalau frasa “tidak bernafas” dikaitkan dengan kerohanian berarti sudah mati rohani. Atau dengan kata lain, hidupnya telah putus hubungan dengan Allah. Sahabat, sesungguhnya satu-satunya sumber kekuatan bagi orang percaya dalam menjalani  hidup adalah berdoa. Bagi orang percaya, doa membawa keberhasilan.

    Untuk lebih memahami topik tentang: “DOA membawa KEBERHASILAN”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 20:1-10 dengan penekanan pada ayat 5. Bacaan kita pada hari ini merupakan sebuah doa. Sebuah doa dari Daud, sang biduan kenamaan. Daud adalah seorang pejuang, raja, pemikir, pemazmur dan pendoa.

    Sungguh! Tuhan sudah memberi Daud apa yang dikehendaki dan dimintanya. Apa yang Daud minta dalam doanya sudah diberikan kepadanya oleh Tuhan. Benar! Diberkati-Nya doa-doa Daud dan dilimpahkan-Nya apa yang diminta dan dikehendaki dengan setulus hati dan jiwanya. Ya! Daud diberkati dan dijadikan-Nya semua doanya menjadi nyata.

    Sahabat, Daud pun mengakui bahwa doa memainkan peranan penting dalam kehidupan jasmani dan rohani seseorang. Sebab doa bukan hanya menjadi sumber nafas kehidupan, tetapi juga motor penggerak utama bagi orang percaya  untuk memperoleh perlindungan dan berkat Allah.

    Daud juga meyakini bahwa dalam doa terdapat kekuatan Allah. Wujud konkret kekuatan Allah terlihat bagaimana Allah memberikan kemenangan dalam setiap masalah yang dihadapi oleh umat-Nya. Hal itu tampak saat umat-Nya berada dalam kesesakan, Allah memberikan solusi dan meluputkan mereka dari bahaya. Karena itu, Daud tidak ragu-ragu mengajak bangsanya untuk berseru kepada Tuhan dan Ia hanya bisa ditemui dalam doa.

    Sahabat, keyakinan Daud itulah yang memberikan harapan dan sukacita. Harapan dan sukacita itu pada akhirnya menjadi kekuatan bagi umat Allah untuk tidak takut dan gentar dalam menghadapi siapa pun. Sebab mereka menyadari bahwa Allah senantiasa bersama dengan umat-Nya. Bahkan Allah tidak ragu-ragu turun tangan untuk berperang membela umat-Nya dari para musuh mereka. Semua pertolongan Allah ini membuat umat Allah dapat bermegah dan memuliakan nama-Nya.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, bagikanlah  salah satu pengalamanmu,  bagaimana Tuhan telah mengabulkan permohonanmu. Selamat sejenak merenung. Selamat natal. Selamat memasuki dan menjalani tahun baru 2022 dengan doa dan syukur. Tuhan memberkati. (pg)