Author: Christopherus

  • INSIDE BEAUTY

    Sahabat, ketika muda saya senang tampil trendi (modis). Sesungguhnya tampiltrendi dan menawan itu hak semua orang, tidak peduli jenis kelaminnya. Tentu saja tidak salah menjaga penampilan. Yang salah adalah ketika kita melakukannya secara berlebihan, sehingga melupakan aspek-aspek lain. Tidak jarang mereka yang terseret gaya hidup metropolitan  harus mengeluarkan dana jauh di atas kemampuan atau pendapatan mereka. Hal itulah yang perlu kita waspadai.

    Jika dahulu urusan perawatan tubuh didominasi kaum perempuan, sekarang pria pun demikian. Malah terkadang para pria ini bisa lebih pesolek dibandingkan dengan perempuan. Para pria ini seolah menjadi gambaran pria modern yang sangat peduli terhadap penampilan fisiknya. Baik pria maupun perempuan yang sangat mementingkan penampilan, biayanya bisa mencapai jutaan atau bahkan puluhan juta sebulan.

    Menjaga penampilan agar terlihat menarik tentu baik. Tapi ada yang jauh lebih penting daripada segala penampilan luar.. Segala sesuatu mengenai keindahan yang tampak dari luar tidaklah kekal. Tapi yang kekal, yang tidak akan binasa, justru apa yang ada di dalam diri kita. Inside beauty (Keindahan  dalam).

    Hari ini, 2 Oktober 2022, anak kami yang kedua, Johan Rama Iswara Gunawan, berulang tahun yang ke-35. Dalam rangka mensyukuri ulang tahunnya, saya mengajak Sahabat untuk merenungkan satu topik: “INSIDE BEAUTY”. Bacaan Sabda saya ambil dari 1 Petrus 3:3-4. Sahabat, menjaga penampilan agar terlihat menarik tentu baik dan perlu, tapi dalam bacaan kita pada hari ini Rasul Petrus mengingatkan bahwa sesungguhnya   keindahan sejati yang berasal dari dalam diri kita yang mampu membuat kita bersinar, dan itu akan jauh lebih berkesan ketimbang penampilan luar. 

    Sahabat, inside beauty akan memancar kepada orang lain lewat sikap, tindakan, perbuatan dan tingkah laku kita sehari-hari. Bagaimana kita bersikap, bagaimana perbuatan kita, bagaimana kita memperlakukan orang, bagaimana kita menghargai orang lain, menjadi teladan bagi orang lain, mengasihi, seperasaan dan sepenanggungan, ringan tangan dan murah hati, itu bisa menggambarkan seperti apakah sisi kita di bagian dalam, apakah sudah ditata dengan benar atau belum.

    Apakah orang merasa gembira lewat kehadiran kita atau malah menimbulkan rasa kesal? Apakah kehadiran kita membawa terang atau malah membawa gelap? Itu bisa menggambarkan sejauh mana keindahan sejati di dalam diri kita.

    Bagaimana dengan Tuhan? Tuhan sendiri lebih melihat keindahan yang ada di dalam hati kita (1 Samuel 16:7). Karena itulah penting bagi kita untuk membenahi dan menjaga hati. Itu pula yang diingatkan Pengamsal, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

    Sahabat, memprioritaskan keindahan lahiriah berlebihan, lebih dari segala sesuatu, berpotensi menjerumuskan kita dalam berbagai kesesatan. Tidak salah menjaga dan memperindah penampilan, tapi janganlah jadikan keindahan lahiriah, apa yang tampak dari luar sebagai tujuan hidup yang terutama.

    Adalah sia-sia mementingkan penampilan luar di atas keindahan dalam diri kita, karena hal itu tidaklah membawa manfaat apa-apa untuk sebuah keselamatan. Kita harus sadar bahwa bukan orang yang paling ganteng atau cantik, berpenampilan paling keren yang diselamatkan, melainkan orang-orang yang terus menjaga keindahan hatinya, dipenuhi ucapan syukur dan terus menjadi berkat buat orang lain dalam nama Yesus. Haleluya!

    Berdasarkan  hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari 1 Samuel 16:7?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Keindahan diri kita  akan terpancar dari perbuatan, bukan semata-mata karena penampilan kita. (pg).

  • I WILL NOT FORGET THEE

    Sahabat, judul di atas merupakan judul sebuah lagu himne ciptaan Charles H. Gabriel. Dalam bahasa Indonesia lagu tersebut diterjemahkan dengan judul: “Janji Yang Manis” Refreinnya sebagai berikut: “Kau tidak kan Aku lupakan; Aku memimpinmu Aku membimbingmu; Kau tidak kan Aku lupakan; Aku penolongmu, yakinlah teguh.”

    Janji Tuhan merupakan janji yang manis, yang pasti akan ditepati-Nya sesuai dengan waktu-Nya. Gabriel begitu yakin akan janji Tuhan, coba simak syair lagu tersebut di bait pertama: Janji yang manis “Kau tak Ku lupakan”; tak terombang-ambing lagi jiwaku; walau lembah hidupku penuh awan; nanti kan cerahlah langit di atasku.

    Hari ini kita akan melanjutkan untuk belajar dari kitab Yesaya dengan topik: “I WILL NOT FORGET THEE”. Bacaan Sabda saya ambil dari Yesaya 27:1-13 dengan penekanan pada ayat 13. Sahabat, umat Allah yang dibuang ke dalam pembuangan karena dosa-dosa mereka tidak akan terus berada dalam pembuangan, melainkan Allah akan mengembalikan mereka ke Tanah Perjanjian setelah hukuman Allah itu selesai. 

    Perkataan “Pada waktu itu …” (ayat 1-2) menunjuk kepada masa depan, saat Tuhan menghukum musuh umat Allah yang digambarkan sebagai Lewiatan, yaitu monster laut yang amat mengerikan dalam kepercayaan bangsa Kanaan, serta memberkati umat-Nya  yang digambarkan sebagai kebun anggur yang elok.

    TUHAN yang memposisikan diri-Nya sebagai Penjaga kebun anggur menyirami, merawat, dan menjaga kebun anggur itu. Puteri malu dan rumput yang menghambat pertumbuhan pohon anggur itu menggambarkan penyesatan yang harus diberantas dari kehidupan umat Allah (ayat 3-4). Perkataan “kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, …” (ayat :5) menunjukkan anugerah Allah bagi orang-orang tersesat yang mau bertobat dan kembali kepada Allah.

    Israel yang berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya (ayat :6) menunjuk kepada berkat keselamatan yang tersedia bagi setiap orang dari segala bangsa yang mau bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Walaupun dalam Kitab Ezra dan Nehemia hanya dijelaskan tentang kembalinya umat Yehuda (Kerajaan Israel Selatan), nubuat dalam  ayat 12-13 memberi petunjuk bahwa terdapat pula pemulihan bagi umat Israel Utara yang dibuang oleh tentara Asyur. Saat ini, kita masih menantikan terjadinya pemulihan umat Allah sepenuhnya yang akan terwujud saat Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya. 

    Keadaan Israel akan dipulihkan. Kota yang semula kosong dan gersang akan kembali dipenuhi. Penduduknya yang terserak-serak akan dibawa pulang kembali ke Yerusalem dan di sana mereka akan menyembah Allah Israel.

    Percayalah kepada janji manis Allah! Mari yakini bahwa Allah akan membebaskan kita dari belenggu penjajahan dan penindasan Lewiatan. Oleh karena itu, marilah kita memercayakan diri kepada Allah. Kita wajib membuang segala bentuk berhala yang dapat mendatangkan murka Allah.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 5?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 12-13?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Umat pilihan-Nya harus hanya  menyembah Allah saja dan memusnahkan semua bentuk penyembahan berhala. (pg).

  • TAWAR HATI: Kecil Kekuatan Kita

    Sahabat, sesungguhnya hidup yang kita jalani adalah hidup yang dinamis. Kadang kita merasa hidup begitu indah dan cerah, namun kadang juga merasa hidup ini kelam dan suram. Kelamnya hidup biasanya kita alami jika kita berhadapan dengan kesusahan hidup, kesulitan, atau pergumulan hidup lainnya. Pada saat seperti itulah seringkali godaan datang berupa pikiran-pikiran yang membuat kita menjadi tawar hati, dan iblis tentu senang dengan keadaan ini. Ia akan memanfaatkannya untuk membujuk kita menjadi pribadi yang lemah. 

    Tawar hati diartikan sebagai suasana hati yang tidak gembira, tidak bernafsu, tidak bersemangat, atau tidak menaruh perhatian. Tawar hati membuat kita menjadi lemah, tidak memiliki daya, kecil kekuatan kita.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Amsal dengan topik: “TAWAR HATI: Kecil Kekuatan Kita”. Bacaan Sabda saya ambil dari Amsal 24:1-18 dengan penekanan pada ayat 10. Sahabat, tawar hati adalah merupakan suatu kondisi emosional negatif atau energi negatif yang akan merusak hidup dan kesehatan seseorang. Tawar hati merupakan akumulatif dari beragam energi negatif sepeti patah semangat, pesimis, tidak mempunyai pengharapan, tidak berdaya, putus asa dan perasaan negatif lainnya. Tawar hati dipicu oleh persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, masalah keuangan, persoalan dalam keluarga, problematika dalam dunia kerja, persoalan sosial yang tidak sehat dan sebagainya.

    Ayat 10 mengajarkan kepada kita bahwa akan ada saatnya kita mengalami kesesakan akibat masalah-masalah kehidupan. Kita dapat merasakan kesesakan ketika muncul sakit penyakit, bisnis yang tidak berjalan lancar, atau ketika musibah terjadi. Ya, kita tidak dapat memilih apa yang akan terjadi dengan kehidupan ini. Namun, kita selalu dapat memilih respons atau sikap kita terhadap segala situasi kehidupan.

    Sahabat, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan agar kita tidak menjadi tawar hati? Pertama, menerima kenyataan dari hidup ini.  Hidup yang kita jalani adalah hidup yang riil atau nyata. Karena hidup kita nyata, maka ada masa di mana kita mengalami keadaan yang baik, tetapi juga ada saat di mana kita mengalami keadaan yang buruk. Artinya bahwa dalam realita kehidupan kita sesungguhnya ada beragam musim dan kita tidak bisa menghindarinya.

    Kedua, kita harus memperkuat manusia roh kita.  Kata “kekuatan” dalam ayat 10 bukan berbicara fisik atau materi tetapi berbicara tentang kejiwaan. Orang yang berfisik besar atau orang yang hartanya limpah belum tentu kuat ketika menghadapi persoalan hidup. Sedangkan kata “kesesakan” bukan identik dengan kekurangan saja tetapi juga keadaan yang kecukupan. Jadi kesimpulannya kesesakan bisa terjadi kepada siapa saja.

    Ketiga, kita harus belajar untuk mengucap syukur dalam semua situasi. Bersyukur dalam segala hal itu adalah kehendak Tuhan, artinya dalam keadaan baik maupun buruk tetap bersyukur (1 Tesalonika 5:18). Bersyukur artinya kita memercayai apa yang sedang terjadi dalam hidup kita semua atas seizin Tuhan dan tidak ada sedikitpun keraguan. 

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari perenunganmu pada hari  ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 5-6?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Sambutlah hari esok dengan iman dan jangan tawar hati lagi! (pg).