Author: Christopherus

  • GOD’S SOVEREIGNTY in our life

    KEDAULATAN TUHAN. Sahabat, apa itu KEDAULATAN TUHAN? Dalam hidup ini tanpa kita sadari, kadang kita melupakan adanya kedaulatan Tuhan. Kedaulatan Tuhan artinya kekuasaan Tuhan secara penuh atas hidup kita. Secara sederhana bisa diartikan: Kedaulatan Tuhan merupakan hak Tuhan untuk melakukan apa pun yang Tuhan kehendaki atas hidup kita.

    Oh ya, sebagai Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dalam kehidupan manusia tentu tidak ada yang salah jika Tuhan memiliki kedaulatan atas semua ciptaan-Nya termasuk manusia. Namun terkadang manusia melupakan hal tersebut bahkan seolah Tuhanlah yang harus memenuhi kehendak kita sebagai manusia. Karena itu mari  sejenak kita merenung tentang: Kedaulatan Allah dalam hidup kita. God’s sovereignty in our life.

    Hari ini kita akan melanjutkan  belajar dari kitab Yesaya dengan topik: “GOD’S SOVEREIGNTY in our life”. Bacaan Sabda saya ambil dari Yesaya 45:1-8. Sahabat, sangat mengejutkan! Tak masuk di logika. Koresh, raja dari bangsa penyembah berhala, yang tidak mengenal Allah Israel, dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya (ayat 4).

    Tuhan sendiri yang memanggil, mengurapi, dan memimpin Koresh untuk menaklukkan raja-raja dunia (ayat 1). Tuhan sendiri yang memastikan keberhasilan Koresh (ayat 2-3,  dan 5). Padahal pengurapan dalam Perjanjian Lama ialah penugasan Tuhan kepada orang pilihan-Nya dari umat-Nya untuk jabatan tertentu!

    Sesungguhnya hal tersebut menunjukkan bahwa Tuhan BERDAULAT dan BERKUASA untuk MEMAKAI SIAPA SAJA. Sepasti kekuasaan-Nya atas terang dan gelap, atas kemujuran dan malapetaka dan atas seluruh alam semesta ini (ayat 7-8) sedemikian pula kekuasaan-Nya atas Koresh. Allah melalui Yesaya memberitahu umat Israel, dan bangsa-bangsa bahwa KORESH adalah ALAT di  tangan-Nya, yang dipakai untuk kebesaran dan kemuliaan-Nya (ayat 6).

    Untuk apa Koresh dipanggil dan diurapi? Allah membangkitkan Koresh dengan suatu tujuan, yaitu untuk membebaskan bangsa Israel (ayat 4). Allah memakai raja bangsa Persia ini untuk menggantikan raja-raja adikuasa Babel.

    Koreshlah yang nantinya menjadi penyelamat bagi bangsa Yahudi. Hal tersebut terlihat dari tindakan Koresh di kemudian hari. Ia memberikan kebebasan bagi bangsa Israel untuk pulang ke negerinya serta mengizinkan pembangunan kembali tembok Yerusalem dan Bait Suci (Yesaya 44:28; 2 Tawarikh 36:22-23; Ezra 1:1-4). Yeremia telah menubuatkan pemulihan umat Israel ini (Yeremia 29:10-14) dan Daniel telah mendoakannya sebagai antisipasi ketika saat pembebasan yang dijanjikan itu telah tiba (Daniel 9:1-19).

    Sahabat, seringkali kita tanpa sadar membatasi kehendak Tuhan sebatas logika kita. Apa yang bagi kita tidak masuk akal, Allah sanggup melakukannya. Jika kita baca apa yang Tuhan nyatakan dalam bacaan kita pada hari ini, maka kita akan belajar bahwa Tuhan dapat menggunakan siapa saja walaupun itu orang yang tidak seiman, bahkan mungkin musuh kita untuk menjadi alat di tangan-Nya. Percayalah Allah berdaulat dan berkuasa atas hidup kita.

    Apapun yang terjadi percayalah bahwa Dia Tuhan yang berdaulat dan memegang kendali atas hidup kita. Dalam segala hal dan segala situasi Tuhan selalu menyertai.  Dia adalah Allah yang berdaulat atas hidup kita, sekaligus  Allah yang penuh kasih setia. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

    1. Nilai hidup apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 6?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Mengenal jati diri menjauhkan kita dari kesombongan. Mengenal Allah menjadikan kita rendah hati. (pg).

  • Even to your OLD AGE and GREY HAIRS

    ORANG YANG SETIA. Sahabat, di zaman serba digital saat ini,  bukan perkara sulit untuk mencari orang yang pintar, hebat, baik, bertalenta, kaya, gagah, ganteng, cantik, berpengalaman, dan berpendidikan tinggi.  Tetapi untuk MENCARI ORANG-ORANG YANG SETIA tak semudah membalikkan telapak tangan  (Amsal 20:6), sebab saat ini manusia cenderung bersikap egoistis dan materialistis, segala sesuatunya diukur berdasarkan materi dan kepentingan. 


    Bagaimana dengan Tuhan? Tuhan menegaskan di hadapan umat Israel bahwa Dia adalah Tuhan yang tidak bisa dibandingkan dan disamakan dengan siapa pun.  Sungguh, Tuhan itu tak tertandingi!  (Yesaya 46:5).  Kesetiaan Tuhan tak pernah berubah dan tak lekang oleh waktu!:  “… TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.”  (Mazmur 145:13b).  Sekalipun kita sering menyakiti hati-Nya dan mengecewakan-Nya, Tuhan tetap bertanggung jawab atas hidup kita dan tidak pernah mengecewakan.  Sampai masa putih rambutmu, Tuhan tetap selalu setia bersamamu. Even to your old age and grey hairs.

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yesaya dengan topik: “Even to your OLD AGE and GREY HAIRS”. Bacaan Sabda saya ambil dari Yesaya 46:1-13 dengan penekanan pada ayat 4. Sahabat, seberapa setiakah Allah Israel menyertai umat-Nya?, maka jawabannya: SENANTIASA SETIA. Walaupun ada kalanya bangsa itu tidak setia, Allah selalu memberikan peringatan dan hukuman kepada mereka sehingga bangsa itu berbalik kembali kepada jalan Allah.

    Dahsyat, luar biasa! Di masa lalu Allah tetaplah Allah umat-Nya dan senantiasa mau menanggung mereka (ayat 4). Allah mau memikul dan menyelamatkan mereka sampai kapan pun.

    Sangat berbeda dari Allah Israel, allah-allah buatan manusia tidak mampu melakukan apa-apa. Itu adalah allah yang tidak bisa bergerak dari tempatnya dan tidak bisa menjawab seruan orang yang berdoa kepadanya (ayat 7). Bukankah sia-sia jika kita menyembah allah seperti itu?

    Sahabat, Allah ingin manusia segera sadar, malu akan pekerjaan dan waktu yang mereka korbankan secara sia-sia. Allah menghendaki umat-Nya berbalik kepada-Nya.

    Di sinilah firman Allah diperdengarkan-Nya; keselamatan dari-Nya sudah dekat, Ia akan membebaskan Sion dan memberikan keagungan-Nya kepada Israel (ayat 13). Rencana Allah adalah rencana keselamatan yang baik untuk bangsa-Nya. Tidak lama ia marah dan tidak selamanya ia menghukum. Pada akhirnya, Ia kembali menyatakan bagaimana bangsa-Nya dapat diselamatkan.

    Sahabat, kita patut mengucap syukur bahwa Allah kita adalah Allah yang menaklukkan allah-allah lain di dunia ini. Ia juga Allah yang penuh kasih. Ia senantiasa memerhatikan kehidupan kita. Kadang kita tidak ubahnya seperti bangsa Israel yang kerap kali mengeraskan hati dan bertindak sesuka hati. Ada kalanya Allah memberikan hukuman, tetapi jangan berkecil hati, sebab Ia tetap merancangkan keselamatan bagi kita.

    Oleh sebab itu, seberat apapun keadaan kita bahkan di masa tua sekalipun, jangan pernah berubah tidak setia kepada Tuhan. Percayalah, kita tidak akan menghadapi semua itu sendirian sebab Tuhan selalu ada untuk kita (ayat 4). Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Nilai hidup apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 9?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Jangan takut, Allah memelihara kita sepanjang hidup kita! (pg).

  • Rekat: The Meaningful Life (03 November 2022)

    Bacaan Sabda: Pengkhotbah 4:9-16

    Dari hasil perenungan saya dari Bacaan Sabda, saya mendapatkan:

    1. Dari ayat 9 saya mendapatkan bahwa sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat hidup sendiri, kita butuh berelasi dengan orang lain, kita butuh orang lain untuk bekerja sama, menjadi sahabat untuk orang lain serta untuk memberi dukungan satu dengan yang lain. Sesungguhnya hidup kita akan menjadi bermakna, ketika kehidupan kita boleh menjadi berkat serta berguna bagi orang lain.
    2. Dari ayat ke 12, saya mendapatkan bahwa kita perlu untuk membina persahabatan, dan kerukunan dalam keluarga; karena di dalam kesatuan dan kekompakan akan memberi kekuatan dan perlindungan yang tidak mudah digoyahkan .

    (Swan Lioe)

  • The MAGIC of GIVING

    Sahabat, sesungguhnya salah satu karakter yang harus dimiliki setiap orang percaya adalah murah hati (Lukas 6:36).  Murah hati berarti memerhatikan orang lain yang sedang dalam kekurangan, menawarkan bantuan kepada mereka yang terluka dan menderita.  Murah hati bukan hanya perasaan kasihan terhadap orang yang dalam kesulitan, bukan perasaan simpati yang diberikan dari luar saja, tetapi berusaha mengerti lebih dalam, sehingga dapat melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan. 

    Mempunyai kemurahan hati berarti punya kepedulian tinggi terhadap orang lain dan mau terlibat.  Ia tidak hanya menawarkan kata-kata nasihat atau mengupas panjang lebar ayat-ayat Alkitab di hadapan orang yang sedang dalam kesulitan tanpa berbuat apa-apa, melainkan ada sebuah tindakan. Ada tindakan memberi. Ketika berani memberi maka KITA AKAN MENIKMATI KEAJAIBAN MEMBERI. The MAGIC of GIVING.

    Hari ini kita akan melanjutkan untuk belajar dari kitab Pengkhotbah dengan topik: “The MAGIC of GIVING”. Bacaan Sabda saya ambil dari Penghkhotbah 11:1-8 dengan penekanan pada ayat 1 dan 2. Sahabat, salah satu hal yang sering kali kita lalai melakukan sebagai orang percaya adalah MEMBERI. Pengkhotbah mengajak kita BERANI MEMBERI supaya kita akan dapat menikmati KEAJAIBAN MEMBERI.

    Kita perlu belajar memberikan “roti” yang merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan. Pengkhotbah mengajak kita bukan hanya memberikan uang receh kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga memberi dengan cara berkorban. Mengapa? Pertama, coba kita simak apa yang dinyatakan Pengkhotbah di ayat 1: ” … engkau akan mendapatkannya kembali lama setelah itu”.  Jangan takut memberi karenaTuhan akan memelihara hidup kita. Kita tidak akan jatuh miskin dengan memberi. Tuhan akan membalas apa yang kita tabur, walau mungkin kita tidak secara langsung melihat tuaian dari perbuatan baik kita (bdk. Amsal 28:27).

    Kedua, lanjut, sekarang kita simak apa yang dinyatakan Pengkhotbah di ayat 2: ” … karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi”. Pada dasarnya, kita tidak tahu apa yang bakal terjadi. Karena itu, kita wajib menyediakan payung sebelum hujan dan banyak menabung.

    Sahabat masih ingat dengan Ayub? Siapakah yang akan menolong Ayub dari kemalangan besar yang melenyapkan segenap hartanya? Jika Ayub tidak pernah menolong sesamanya, mustahil para saudara dan sahabatnya dengan sukarela membawa uang dan emas untuk menolong Ayub sehingga ia dapat bangkit kembali (Ayub 42:11-12). Karena tidak ada yang seorang pun yang tahu kapan malapeteka menimpa dirinya, Pengkhotbah menganjurkan banyaklah berbuat kebaikan terhadap sesama. Siapa tahu kelak kita membutuhkan uluran tangan orang lain.

    Sesungguhnya tujuan Tuhan memberikan kelimpahan materi dalam hidup kita tidak pernah dimaksudkan hanya dipakai untuk kesenangan diri sendiri saja, tetapi untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Kita diingatkan bahwa apa pun yang diberikan Tuhan kepada kita, sesungguhnya ada bagian yang MERUPAKAN MILIK ORANG LAIN.

    Sahabat, apa upah bagi orang yang murah hati?  Tuhan berjanji bahwa mereka yang memerhatikan orang lain dan menunjukkan kemurahan hati akan beroleh kemurahan juga sebagai balasannya, baik dari sesama maupun dari Tuhan sendiri. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 4?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Percayalah dengan iman bahwa Tuhan akan memelihara kita dan beranilah memberi. (pg).

  • BELONG to GOD

    Sahabat, ada ungkapan pendek yang sudah akrab dalam kehidupan kita: “Hidup hanya sekali”. Ungkapan pendek tersebut menarik  cukup banyak orang untuk mengartikannya sesuai dengan keinginannya masing-masing.

    Ada yang mengatakan karena hidup hanya sekali maka nikmatilah  hidupmu sepuas-puasnya tanpa menghiraukan apapun, masalah itu belakangan. Bahkan karena hidup itu hanya sekali, ada cukup banyak orang yang takut untuk mati. Ada yang mengatakan karena hidup hanya sekali maka gunakan hidupmu untuk hal-hal yang sangat berguna. Lalu, jika demikian beragamnya pemahaman soal tersebut, pertanyaannya adalah untuk siapakah kita saat hidup dan mati?

    Rasul Paulus dalam Roma 14:8 memberikan jawab atas pertanyaan tersebut. Ia paparkan bagaimana seharusnya manusia hidup dan bagaimana menghadapi kematian. Untuk memberikan penjelasan “hidup hanya sekali” Paulus mendasarkan penjelasannya pada “pemilik hidup itu sendiri”. Kita diingatkan bahwa sesungguhnya hidup kita ini bukanlah milik kita pribadi tetapi milik Tuhan saja. Sesungguhnya kita kepunyaan Tuhan. Aku kepunyaan Tuhan. Belong to God.

    Hari ini kita akan melanjutkan untuk belajar dari kitab Yesaya dengan topik: “BELONG to GOD”. Bacaan Sabda saya ambil dari Yesaya 44:1-8. Sahabat, menjadi kepunyaan Tuhan berarti kita selalu berada di sisi-Nya. Jika dalam kondisi tidak aman, kita tidak perlu takut, karena Tuhan selalu sigap untuk meraih dan menggenggam kita di dalam tangan-Nya. Kita dijaga dan dipelihara-Nya karena kita adalah kepunyaan-Nya yang berharga.

    Israel, yang disebut sebagai keturunan Yakub, adalah umat yang telah dipilih oleh Tuhan. Dia membentuk mereka sejak dalam kandungan (ayat 1-2). Dia sanggup mengadakan keajaiban dalam karya-Nya, juga memberkati mereka dengan Roh-Nya dan masa depan yang baik (ayat 3-4).

    Umat Israel juga  merasakan pemeliharaan Allah sudah terbukti sejak leluhur mereka, hingga dapat berkata: “… Aku kepunyaan Tuhan, …” (ayat 5). Menyandang nama Israel berarti menjadi umat kepunyaan Tuhan, Allah semesta alam, yang menjadi Raja dan Penebus bagi mereka (ayat 6).

    Jika umat Israel sudah membuktikannya di antara bangsa-bangsa, siapakah yang kuasanya seperti Allah Israel? Tidak ada! Dialah satu-satunya Allah Yang Mahakuasa, tidak ada allah lain yang mampu menyamai kuasa-Nya (ayat 7). Karena itu, meski musuh dan bahaya mengancam, Tuhan berfirman: “Janganlah gentar dan janganlah takut, …” (ayat 8). Dialah Gunung Batu yang menyertai dan melindungi mereka selamanya.

    Sahabat, Tuhan yang sama juga menjadikan kita umat-Nya. Dalam gelombang dan badai kehidupan, Dialah Allah yang berkuasa menaklukkan dahsyatnya ancaman. Dialah Allah yang merengkuh umat kepunyaan-Nya, memberikan penghiburan dan pertolongan agar kita dapat melewati serta menghadapi tantangan hidup. Kita sungguh aman sebagai milik kepunyaan-Nya. Kita dipegang oleh tangan-Nya hingga kita mampu melewati segala sesuatu; berjalan dengan kuat dan tangguh, tanpa menjadi gentar dan takut. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Nilai hidup apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 7 dan 8?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Habiskan hidupmu di dunia untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan agar kematianmu membawamu pada kemuliaan bersama Tuhan. (pg).

  • The Wise Calling

    Sahabat, hampir tidak ada orang yang mau disebut sebagai ORANG BODOH. Tetapi ironisnya ada cukup banyak orang yang menjalani hidup sebagai orang bodoh, yaitu hidup mengabaikan nasihat dan didikan firman Tuhan.

    Kitab Amsal dan Pengkhotbah banyak berbicara tentang kebodohan dan hikmat. Ketika Alkitab berbicara tentang kebodohan, maka yang dimaksudkan dengan kebodohan itu bukan dalam arti kecerdasan  intelektual, tingkat pendidikan atau gelar sesesorang; tetapi selalu berhubungan dengan pengabaian didikan firman dan tidak takut akan Tuhan.

    Sangat menarik, pertama kali muncul di dalam kitab Amsal, orang bodoh dikontraskan dengan orang yang takut akan Tuhan. “Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7).

    Sesungguhnya bijak atau bodoh selalu berkaitan dengan firman Tuhan. Orang yang bijaksana adalah orang yang senantiasa mendengarkan nasihat firman Tuhan. Allah memanggil kita untuk tidak menjadi bodoh, melainkan MENJADI BIJAK, yaitu mendengarkan didikan firman Tuhan. The Wise Calling.

    Hari ini kita akan melanjutkan untuk belajar dari kitab Pengkhotbah dengan topik: “The Wise Calling”. Bacaan Sabda saya ambil dari Pengkhotbah 10:1-20. Sahabat, dalam bacaan kita pada hari ini, Pengkhotbah memaparkan ciri-ciri orang bodoh sebagai berikut: Pertama, tidak diperlukan banyak hal untuk menjadi bodoh (ayat 1). Untuk menjadi bijak perlu belajar seumur hidup, tetapi untuk menjadi bodoh tidak diperlukan banyak hal. Untuk menghancurkan satu timbunan urapan cukup seekor lalat saja yang menjadikannya busuk.

    Kedua, hati orang bodoh cenderung ke kiri (ayat 2). Dalam budaya Timur, KIRI merupakan simbol KETIDAKMAMPUAN  dan KEBENGKOKAN. Hati yang ke kiri berkaitan dengan MOTIVASI yang bengkok.

    Ketiga, orang bodoh tidak perlu publikasi besar-besaran kepada publik, hanya cukup membuka mulut dan semua akan tahu siapa dan bagaimana dirinya (ayat 3).

    Keempat, lidah orang bodoh mencelakakan, tak terkendali dan menyesatkan (ayat 12-15).

    Sahabat, karena itu, jangan bodoh dan HATI-HATILAH DALAM BERTINDAK! Jangan pernah merasa pintar! Sebaliknya, teruslah mengejar hikmat agar kita peka akan kebodohan.

    Dengan demikian, hidup kita akan BERMAKNA bagi orang lain. Mintalah kepada Tuhan supaya Ia menjaga kita dari kebodohan yang mematikan. Kita perlu serius belajar dan mendalami firman Tuhan. Haleluya! Tuhan itu baik. 

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Hikmat apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 18?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Manusia dapat memuliakan nama Tuhan hanya jika mereka mau bertekun, setia dan bekerja keras. (pg).