Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Saudara, seringkali ketidakmampuan dalam hidup ini karena sikap yang jelek. Orang bijak mengingatkan kita, “Sikap yang jelek itu seperti ban yang bocor. Saudara tidak dapat pergi kemana-mana, sampai saudara menggantinya/mengubahnya.”
Bagaimana dengan orang yang sombong? Orang bijak menggambarkan, “Orang yang sombong itu ibarat orang yang berdiri di atas gunung, dia melihat orang lain kecil. Namun dia tidak sadar orang lain melihatnya kecil juga.”
Saudara, hari ini kita belajar dari kitab Obaja yang hanya satu pasal. Obaja itu artinya hamba Tuhan. Dia nabi yang diperintahkan Tuhan menyampaikan nubuatan rencana penghukuman Tuhan atas bangsa Edom.
Edom terletak di sebelah selatan Yehuda yang merupakan keturunan Esau, saudara kandung Yakub. Jadi sesungguhnya orang-orang Edom masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Israel, tetapi ironisnya mereka justru seringkali membantu pasukan asing untuk menyerang Israel. Rupanya hal ini merupakan kelanjutan permusuhan berkepanjangan di antara Esau (bapak orang Edom) dan Yakub (bapak ke-12 suku Israel). Ketika Yehuda mengalami penderitaan, orang-orang Edom bukannya menolong dan menunjukkan sikap empati, tapi malah bersukacita di atas penderitaan saudaranya itu.
Secara geografis Edom merupakan negeri yang aman, terlindung dan sulit diserang musuh karena berada di daerah pegunungan berbatu. Karena itu orang-orang Edom sangat membanggakan negerinya dan merasa dirinya sangat kuat. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada bangsa lain yang sanggup mengalahkannya, “Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: ‘Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?’” (Obaja 3)
Akibatnya mereka menjadi angkuh. Mereka lupa bahwa Tuhan sangat membenci keangkuhan, “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:11).
Saudara, seringkali suatu bangsa atau orang akan mudah sekali diperdaya oleh keangkuhan ketika merasa memiliki segala-galanya: kekuatan, kekayaan, kedudukan, kepintaran dan sebagainya. Kita perlu menyadari, sesungguhnya segala sesuatu datangnya dari Tuhan, dan tidak ada sesuatu pun yang ada di dunia ini atau yang kita miliki yang dapat dibanggakan dan membuat kita jadi sombong. Kalau bukan karena Tuhan kita tidak mungkin dapat mempertahankan keadaan kita, dan apa yang kita punyai hari ini esok belum tentu ada, karena kekayaan dan kejayaan manusia dapat lenyap dalam sekejap. Mari kita perhatikan peringatan Salomo, “Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” (Amsal 27:1).
Ingatlah! Orang bijak mengingatkan, “Tak ada alasan untuk sombong, kamu punya kelebihan dan kekurangan. Aku pun demikian.” Ingat juga nasihat Salomo, “Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.” (Amsal 29:23). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply