Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Pengalaman hidup saya bercerita bahwa kita harus bersedia menapaki mulai anak tangga yang terbawah untuk bisa mencapai anak tangga yang teratas. Pelayanan saya di Sinode GKMI mulai dari jabatan sebagai Tata Usaha (TU). Tugas utamanya mengetik surat, membukukan surat masuk dan keluar, mengetik “INFORMASI” (Warta Dua Bulanan Sinode GKMI), mengetik majalah “berita GKMI”, menyetensil laporan-laporan, dan lain-lain. Saya hanya berpegang pada sabda Yesus, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10a)
Orang bijak berkata, “Perjalanan beribu-ribu mil dimulai dari langkah pertama.”. Tapi anehnya ada cukup banyak orang hanya terfokus kepada hal-hal yang besar saja, sampai-sampai ia melupakan, meremehkan dan menyepelekan hal-hal yang kecil atau sederhana. Sesungguhnya untuk bisa sampai kepada perkara-perkara yang besar kita harus mulai dari hal-hal yang kecil. Untuk bisa mencapai puncak gunung kita harus mulai pendakian dari bawah, melewati lembah, lereng, dan bukit terlebih dahulu.
Coba baca biografi orang-orang yang berhasil, di bidang apa saja. Hampir pasti mereka memulai segala sesuatunya dari nol, tidak langsung berada di puncak. Di Zaman Now, ada cukup banyak kita temui orang-orang yang maunya serba instan, serba kilat, super ekspres. Jarang yang mau memulai sesuatu dari bawah, dari yang kecil.
Saudara, sebelum kita layak untuk menerima sebuah kepercayaan yang lebih, mau tidak mau, kita harus terlebih dahulu melewati proses dari bawah. Kita tidak secara tiba-tiba berada di puncak. Ada ujian kesetiaan, ujian ketekunan dan ujian kesabaran dalam mengerjakan perkara-perkara kecil. Bahkan, adakalanya kita harus melewati pengalaman pahit atau situasi sulit yang sangat menyakitkan. Namun kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus terus melangkah dan tetap mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, tanpa ada sungut-sungut. Itulah modal untuk beroleh kepercayaan lebih!
Ingatlah! Mother Teresa (Biarawati asal Roma yang melayani di India) berkata, “Be faithful in small things because it is in them that your strength lies” (Setialah dalam hal-hal kecil karena di situlah letak kekuatan Anda). Daud mengingatkan kita, “Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,” (Mazmur 18:26). GBU & Fam. Better days are coming. (pg).
Leave a Reply