More SMILING, Less WORRYING

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Sebagai manusia kadang khawatir itu wajar, tapi jangan biarkan kekhawatiran itu membayangi hidup kita sepanjang hari. Pada suatu titik, kamu hanya perlu membiarkan pergi apa yang kamu pikir harus terjadi dan nikmatilah apa yang sedang terjadi.


Dr. Edward Podolsky (dosen dan penulis buku), dalam bukunya yang berjudul  “Stop Worrying and Get Well” menulis bahwa kekhawatiran yang dipelihara secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang menderita sakit, seperti penyakit jantung, darah tinggi dan migran. Salomo mengingatkan kita,  “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.”  (Amsal 12:25)

Dengan kata lain, bila hati dan pikiran terus dipenuhi oleh kekhawatiran, tubuh jasmani secara otomatis terkena efeknya.  Ketika kita khawatir tubuh ini serasa membawa beban yang begitu berat sehingga organ-organ tubuh kita tidak berfungsi sebagaimana mestinya.  Di sini dapat disimpulkan bahwa kekhawatiran lebih banyak berdampak negatif daripada positif karena dapat menganggu kesehatan.  Karena itu jangan sekali-kali menganggap remeh kekhawatiran, karena cepat atau lambat bisa menghancurkan hidup kita, memporak-porandakan semua harapan kita, serta menghentikan langkah kita untuk menikmati hidup.

Leo Buscaglia (motivator asal Amerika)  berkata,  “Kekhawatiran tak akan melenyapkan kesedihan esok, tetapi akan menghilangkan kegembiraan hari ini.” 

Pada dasarnya kekhawatiran itu berkaitan erat dengan ketakutan dan kecemasan.  Orang dikatakan khawatir ketika berada dalam keadaan takut, cemas, gelisah dan tidak tenang, yang ditimbulkan oleh situasi yang bermasalah, baik itu yang dibayangkan, hanya di angan-angan, maupun yang terjadi di dunia nyata. 

Kekhawatiran juga bisa didefinisikan sebagai perasaan takut akan hari esok atau masa depan.  Jadi, sesungguhnya kekhawatiran adalah perasaan gelisah terhadap sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Ayub mengingatkan kita, “… yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.”  (Ayub 3:25)

Kita sebenarnya tahu bahwa kekhawatiran itu tidak baik dan tidak mendatangkan keuntungan apa-apa, Tuhan Yesus sudah mengingatkan kita, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27).

Dalam praktiknya kita seringkali memilih untuk khawatir dan terus hidup dalam kekhawatiran.  Akibatnya pikiran kita hanya terfokus pada masalah dan kesulitan.  Waktu dan energi kita pun terkuras sia-sia memikirkan masalah, sehingga masalah akan tampak besar bagaikan raksasa yang serasa sulit untuk dikalahkan. Yesus bersabda, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34) Ingatlah! Anda ingin bebas dari kekhawatiran? Hafalkan dan lakukan nasihat dari Rasul Petrus berikut, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). So more smiling, less worrying. GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *