Pemeliharaan Allah

Sebuah pertanyaan muncul, seperti apakah pemeliharaan Allah yang dialami di saat-saat sukar selama wabah Corona Virus ini?  Bacaan Alkitab kita, Mazmur 65, menguraikan pemeliharaan Allah dalam hidup dan tanah umat Israel. Mereka mengalami tahun  baik yang berkelimpahan ketika Allah mencurahkan berkat-berkat-Nya di atas tanah itu.

Ayat 10, “Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya”.

Di sini, Allah telah menciptakan tanah dan juga mengindahkannya. Terlebih itu, Ia membuat tanah itu sangat kaya. Ia bahkan mengaliri tanah itu dengan sungai Allah, yang penuh dengan air. Sampai di sini, Allah sudah memelihara  ciptaan-Nya, yaitu manusia dan tanahnya. Dari debu tanah pun manusia diciptakan oleh Allah (Kejadian 2:7).

Lihatlah frase “batang air Allah”. Batang air Allah  atau sungai Allah  menunjuk pada kasih Allah yang kekal, yang penuh berkat-berkat anugerah. Batang air Allah  itu juga mengalir ke dalam hidup umat-Nya, membuat mereka berbuah, memperkaya  mereka dengan kekayaan  anugerah dan kemuliaan (bdng. Mazmur 46:4).

            Ayat 12, “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak”. Kata “tahun” (bhs. Ibrani, senat) adalah bagian dari waktu (yom). Pemazmur Daud menyadari bahwa hidupnya selalu berada di dalam periode waktu, yaitu tahun. Tahun demi tahun, ia mengalami pemeliharaan Allah. Allah memahkotai  atau melingkupi hidupnya dengan kemurahan maupun kebahagiaan.

            Marilah melihat kembali ayat 12, “… jejak-Mu mengeluarkan lemak”. Kata “lemak” berarti kelimpahan. Di sini, berkat Allah menghasilkan tuaian yang melimpah. Sang pemazmur sendiri telah melihat kelimpahan  berkat-Nya dalam hidupnya dan umatnya.

            Mazmur 65 juga disebut mazmur tuaian. Mazmur ini memuliakan Allah Pencipta seperti yang tercermin dalam keindahan alam. Dan, alam membantu kita memahami sesuatu  tentang karakter Allah (bdng. Mazmur 33:4-5). Orang-orang Israel percaya, kepedulian Allah terhadap alam merupakan sebuah tanda  dari kasih-Nya dan pemeliharaan-Nya bagi mereka. Alam sendiri menunjukkan kemurahan hati Allah, yang memberikan kita lebih dari yang kita butuhkan. Memahami kemurahan hati yang berlimpah dari Allah selayaknya membuat kita bersyukur pada Allah dan bermurah hati pada orang lain, sekalipun di tengah-tengah keadaan tak tentu selama pandemi Covid-19.

            Ada dua hal tentang pemeliharaan Allah dalam bacaan Alkitab ini. Pertama, Allah menyediakan kebutuhan kita sehari-hari. Kita telah melihat Allah yang memberikan kita kesehatan, keluarga, pekerjaan, sahabat-sahabat, perlindungan, gereja, kemampuan, waktu luang, berkat finansial, doa-doa yang sudah dijawab, dan lainnya. Semuanya ini sungguh berarti bagi kita, bukan? Semuanya ini benar-benar menjadi bagian  dari pemeliharaan Allah bagi kita (bdng.  Matius 6:25-26, 34; Ratapan 3:22-23).

            Kedua, Allah sudah mengangkat kita dari dosa. Allah telah memberikan anak-Nya Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa. Ini pemeliharaan Allah yang terbaik yang Ia sudah lakukan bagi Saudara dan saya dalam hidup ini. Tujuannya adalah supaya kita memiliki hidup kekal dan selalu dalam pemeliharaan-Nya hari demi hari (lih. Yohanes 3:16, 10:10).

            Marilah kita menyadari dengan hati dan pikiran terbuka bahwa Allah memelihara kita dengan kasih-Nya yang kekal sekalipun di masa-masa yang menantang dan sulit seperti ini. Tuhan Yesus berkati kita. (Petrus E Handoyo/pg)

*******

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *