I HAVE DECIDED TO FOLLOW JESUS

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar?” Saya yakin setiap hari kita diperhadap dengan berbagai pilihan dalam berbagai kesempatan. Jadi setiap hari pasti kita harus mengambil keputusan lebih dari satu kali. Stephen Covey (Penulis asal Amerika) berkata, “Saya bukanlah sebuah produk dari keadaan saya. Saya adalah sebuah produk dari keputusan saya.”

Betapa pentingnya arti sebuah KEPUTUSAN bagi hidup kita. Apa itu keputusan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keputusan berarti: 1 perihal yang berkaitan dengan putusan; segala putusan yang telah ditetapkan (sesudah dipertimbangkan, dipikirkan, dsb): 2 ketetapan; sikap terakhir (langkah yang harus dijalankan): 3 kesimpulan (tentang pendapat): 4 hasil pemeriksaan (tentang ujian).

Saudara,melalui perenungan  kita pada saat ini, kembali kita diingatkan bahwa untuk mengikut Tuhan Yesus ada harga yang harus dibayar, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”  (Lukas 9:23). Mengikut Tuhan Yesus adalah sebuah keputusan terbesar dalam hidup seseorang karena keputusan ini adalah keputusan sekali untuk seumur hidup kita dan berdampak pada hidup kekal.

Ketika kita memutuskan untuk mengikut Tuhan berarti kita siap mengikuti jalan-jalan-Nya, sebab ada tertulis,  “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”  (1 Yohanes 2:6).  Jangan mengikut Tuhan Yesus hanya karena satu keinginan yaitu mengejar berkat dan mukjizat-Nya saja, sementara kita tidak memedulikan keberadaan diri kita apakah kita sudah hidup benar di hadapan Tuhan atau belum? Apakah jalan kita seturut dengan kehendak-Nya? Apakah kita sudah membalas kasih Tuhan yang begitu besar? 

Ada cukup banyak orang percaya hanya berpikiran bahwa yang terpenting Tuhan sudah memberkatiku, menyembuhkanku, memulihkanku, dan menjawab doa-doaku.  Kita hanya memanfaatkan Tuhan Yesus untuk mewujudkan segala keinginan kita.  “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”  (Lukas 9:25).

Sekali lagi, ketika kita memutuskan untuk mengikut Tuhan berarti kita harus siap membayar harga.  Mengapa?  Karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu membayar harga,  “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”  (Lukas 9:22).  Kepada jemaat di Korintus rasul Paulus mengingatkan,  “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar”  (1 Korintus 6:20).  Tuhan Yesus membayar harga dengan mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib sehingga kita yang percaya kepada-Nya beroleh pengampunan dosa dan diselamatkan.

Ingatlah! Nokseng  dari suku Garo. Dia bersama dengan istri dan 2 orang anaknya tinggal di daerah yang bernama Assam, di daerah bagian timur negara India. Pada sekitar tahun 1800-an mereka diadili di tengah-tengah kumpulan masyarakatnya karena mereka telah memutuskan untuk mengikut Yesus, menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Mereka diminta untuk menyangkali imannya kalau ingin selamat. Tapi Nokseng justru menjawab dengan pernyataan, “I have decided to follow Jesus. No turning back! No tuning back! Maka mereka berempat akhirnya mati sebagai martir. Kematian Nokseng dan keluarganya ternyata berdampak besar sebagai jalan masuknya Injil Kristus diterima dan menjadi berkembang secara pesat di daerah itu. Meghalaya adalah Negara bagian yang subur di timur laut India dan merupakan salah satu dari tiga negara bagian India dengan mayoritas Kristen. Hampir sembilan puluh persen dari suku Garo adalah orang Kristen. GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *