Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Sehat-sehat dan tetap semangat mengikut Yesus. Kahlil Gibran (Sastrawan asal Lebanon) berkata bahwa sesungguhnya kecantikan bukan di wajah, kecantikan adalah cahaya hati.
Saudara, keadaan hati kita adalah faktor penting yang dapat memengaruhi hubungan kita dengan Tuhan, sebab yang dinilai Tuhan bukanlah rupa atau paras, perawakan, kekuatan, kehebatan, atau kepintaran, melainkan isi hati kita: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7b) dan “…TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. …” (1 Tawarikh 28:9).
Nah, untuk memberi gambaran tentang hati manusia, Yesus memberikan satu perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai (Lukas 18:9-14). Orang Farisi adalah seorang tokoh agama yang tahu kebenaran, mengajar Taurat Tuhan, tapi hatinya penuh kesombongan dan kemunafikan. Ia merasa bersih dari dosa dan tanpa cela: “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” (Lukas 18:11-12). Karena merasa dirinya sudah suci dan tak bercacat cela, orang Farisi ini merasa tidak lagi memerlukan belas kasihan dan anugerah keselamatan dari Tuhan.
Berbeda dengan si pemungut cukai, dia justru menunjukan sikap yang bertolak belakang, “… pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:3). Pengakuan jujur disertai kerendahan hati yang ditunjukkan si pemungut cukai telah mengetuk pintu rahmat Tuhan. Yesus bersabda, “Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14). Juga Daud berkata, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:19).
ingatlah! Jelaslah, Tuhanlah yang menguji hati! (Amsal 16:2). Orang bijak berkata, “Di atas langit ada langit.”. Ketika kamu merasa dirimu paling hebat, ingatlah, ada banyak orang yang lebih hebat daripadamu. Karena itu jangan sombong. Tuhan benci hati yang sombong, tapi Ia mengasihi orang yang rendah hati! GBU & Fam. Better days are coming. (pg)
Leave a Reply