Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh ketaatan. Sahabat, pengalaman hidup saya bercerita bahwa untuk taat dalam waktu yang lama terhadap pola makan yang saya buat sendiri, ternyata tidak mudah. Butuh usaha dan perjuangan yang gigih. Sejak saya didiagnosa kena kanker getah bening pada tahun 2005, saya bertekad untuk sarapan buah segar setiap pagi pada waktu perut kosong.
Saudara, berbicara mengenai taat, hampir selalu mengait dengan hamba. Kata hamba diambil dari bahasa Yunani, doulos, yang artinya budak. Tugas seorang budak ialah taat dan setia melayani tuannya. Kita sebagai orang percaya mutlak memiliki hati seorang hamba. Berhati hamba berarti taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, tuan kita. Jadi hati hamba dan ketaatan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan!
Berkaitan dengan hati hamba, hari ini saya ajak pembaca untuk belajar dari sikap Maria di perikop yang diambil dari Injil Lukas 1:26-38 dibawah judul: “Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus.”
Dikisahkan dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Selanjutnya malaikan Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (ayat 31). Tentu saja Maria sangat terkejut dan langsung memberikan tanggapan, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (ayat 34).
Tanggapan spontan Maria adalah hal yang wajar! Secara logika mana mungkin ia bisa mengandung, karena ia belum bersuami. Apa kata orang nanti? Ia pasti akan menjadi bahan pergunjingan banyak orang dan dipandang rendah. Hal tersebut merupakan perkara yang tak mudah untuk diterima dan dipahami.
Puji Tuhan! Setelah malaikat Gabriel menjelaskan proses dan kronologi bagaimana Maria bisa menjadi hamil sebelum bersuami dan diakhiri dengan pernyataan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (ayat 37). Akhirnya dari mulut Maria terucap respons yang luar biasa, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (ayat 38).
Saudara, sekalipun ketika pertama kali Maria menerima berita tersebut sangat sulit untuk menerimanya, tapi Maria mau belajar untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Karena ketaatannya, maka akhirnya Maria menikmati penggenapan janji Tuhan. Dia mengandung dan melahirkan Anak Allah, Raja di atas segala raja, Sang Juruselamat manusia.
Ingatlah! Orang percaya yang berkenan kepada Tuhan adalah mereka yang mau taat tanpa syarat! Pdt Stephen Tong menyatakan, “Mungkinkah manusia mengenal kehendak Allah? … Allah tidak akan menyatakan pimpinan kehendak-Nya kepada mereka yang tidak berniat taat. Jikalau Saudara tidak berniat untuk taat kepada Tuhan … Dia tidak akan memberitahukan kepada Saudara apa yang harus Saudara jalankan. Di dalam Allah, ada anugerah yang diberikan secara cuma-cuma, tetapi tidak dijual murah”. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas and Happy New Year. (pg)
Leave a Reply