Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh sukacita. Jika saudara dapat menyambut pagi, siang, dan malam dengan sukacita, itu pertanda saudara dapat menikmati hidup. Jangan lupa, bawalah sukacita di hatimu, supaya kehadiranmu di segala tempat menghadirkan sukacita.
Saudara, saat ini ada cukup banyak orang kehilangan sukacita karena pandemi Covid – 19 yang berkepanjangan dan melanda hampir semua negara di dunia.
Sebenarnya orang percaya tidak akan kehilangan sukacita di segala situasi bila ia memiliki fondasi hidup yang kokoh. Fondasi hidup orang percaya adalah Kristus dan firman-Nya. Mari kita renungkan dalam-dalam sabda Yesus berikut, “… Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.“ (Lukas 6:48-b).
Maka kita perlu terus membangun fondasi hidup. Bagaimana caranya? Kita perlu menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, serta melakukannya.
Bila kita tekun merenungkan firman Tuhan, perbendaharaan hati dan pikiran kita akan dipenuhi oleh firman Tuhan. Sebab kunci untuk tetap merasakan sukacita di segala situasi itu bermula dari hati dan pikiran kita, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.” (Amsal 23:7-a).
Saudara, oleh karena itu pusatkan hati dan pikiran hanya kepada Tuhan. Orang yang selalu memikirkan kasih dan kebaikan Tuhan, akan bisa bersukacita. Ia akan selalu memiliki alasan untuk memuji Tuhan. Mari kita sambut ajakan Daud, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mazmur 103:2).
Mari tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi (Mazmur 47:3). Masalah sebesar apa pun yang menimpa kita, tak sebanding dengan kedahsyatan kuasa Tuhan kita.
Saudara, tidak ada alasan untuk tidak bersukacita karena kita punya Tuhan yang begitu peduli dan penuh belas kasihan. Pemazmur menyatakan bahwa Tuhan menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur (Mazmur 113:7).
Bahkan, Tuhan sanggup membuka jalan saat tiada jalan, membuat yang tak mungkin menjadi mungkin, yang kehilangan pengharapan menjadi berpengharapan, sebab tidak ada yang mustahil bagi Dia, Pemazmur menggambarkannya sangat luar biasa, “Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita.” (Mazmur 113:9) Ingatlah! Kita bersukacita karena TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Ratapan 3:25). Karena itu jangan hanya fokus pada besarnya masalah dan situasi yang sedang berkembang saat ini, melainkan arahkanlah mata hati kita kepada Tuhan, yang berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. (Ibrani 13:5-b). Dialah Sang Imanuel. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas. (pg).
Leave a Reply