TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:MATA YANG MEMANDANG

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:MATA YANG MEMANDANG

Gallus dari Swiss merupakan murid Columbanus, biarawan Inggris yang hidup pada abad ketujuh.  Gallus dikenal sebagai pertapa yang membangun biara di tepi Sungai Steinach.  Di kesunyian pegunungan, ia berdoa dan melayani para pengembara yang tersesat di daerah itu. Ketika wabah melanda daerah sekitar Sungai Steinach sehingga menimbulkan  ketakutan masyarakat, Gallus bahkan tidak meninggalkan tempatnya melainkan tetap berdoa di tengah bahaya yang mengancam. Dari ketekunannya lahirlah komunitas iman yang kelak menjadi cikal bakal kota St. Gallen di Swiss.

Keteguhan Gallus berdiri di atas keyakinan bahwa penjagaan Allah lebih nyata dari ancaman apa pun di sekitarnya.

Dalam Mazmur 121 tersingkap rahasia yang luar biasa tentang Allah. Mazmur 121:7-8 mengatakan bahwa,”TUHAN akan menjagamu dari segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.”  dan menyingkapkan Allah sebagai Penjaga yang aktif. Kata “menjaga” di ayat ini berarti “memelihara dengan kewaspadaan yang penuh kasih”.   Luar biasa.  Allah tidak hanya melindungi umat-Nya secara lahiriah, tetapi juga menjaga perjalanan batin mereka. Di balik setiap langkah dan musim kehidupan, tangan-Nya menuntun keluar masuknya perjalanan hidup manusia dalam agenda rencana-Nya yang agung untuk memastikan tidak ada jiwa yang terlepas dari panggilan-Nya. Iman yang menatap-Nya tidak akan goyah pada waktunya.

Seperti Gallus yang menatap Allah dengan iman tak tergoyahkan meski di tengah bahaya sekalipun, demikian pula kita dipanggil untuk terus menatap ke atas dengan setia—baik saat dunia berguncang maupun tenang. Di sanalah sikap berserah menjelma menjadi kekuatan, dan kesetiaan melahirkan kedamaian yang tak tergoyahkan.  Mata yang tak pernah lepas dari Tuhan membuat orang percaya tak akan kehilangan arah meski berjalan di kegelapan. (sTy).

Renungan Lainnya