TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:FAJAR KEMENANGAN

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:FAJAR KEMENANGAN

Aidan dari Lindisfarne adalah seorang biarawan asal Iona pada abad ketujuh yang diutus untuk membawa terang Injil ke Northumbria, Inggris. Dengan kelembutan dan keteguhan, ia mengajarkan kasih Kristus dalam kemudahan dan doa. Di bawah bimbingannya, pulau Lindisfarne menjadi pusat spiritual yang menyalakan api kebangunan di tanah Inggris Utara. Aidan tidak mencari kekuasaan, melainkan menyerahkan hidupnya demi jiwa-jiwa yang gelap dalam keangkuhan dunia.  Aidan menapaki malam panjang pelayanannya dalam doa dan air mata untuk panggilan sunyi yang melahirkan kemenangan, bukan dari kehebatan, tetapi dari hati yang berserah kepada Allah.

Yakub pernah mengalami pergumulan hebat di tepi sungai Yabok.  Hasil dari pergumulan keras itu tertulis dalam Kejadian 32:28,“Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, karena kamu telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan kamu menang.”  Bila kita melihat kata “bergumul” maka dalam bahasa aslinya memiliki makna “berjuang sampai batas kekuatan demi sebuah perubahan batin”. Yakub tidak hanya melawan kegelisahannya saja melainkan ia mampu bertahan hingga fajar memecah kegelapan yang membungkus kedamaian. Pergumulan itu bukan soal kemenangan atas lawan, melainkan berani berdiri di hadapan Allah tanpa topeng, jujur dan tulus. Di sinilah nama dan hakikat hidup Yakub diubah habis-habisan oleh Allah. Ia yang dahulu menipu kini menjadi Israel, yang berjuang dalam hadirat Allah dan menemukan bahwa kemenangan sejati lahir bukan dari genggaman tangan, melainkan dari hati yang menyerah kepada-Nya.

Seperti Aidan yang menyalakan Injil di tengah kegelapan paganisme saat itu, demikian pula kita dipanggil untuk tetap setia karena iman sejati tidak bersembunyi dalam aman, melainkan berani bergumul hingga fajar kemenangan datang menyinari dunia yang letih dalam gelap.  Mari tetap menginjil dan menyalakan terang Kristus di tengah dunia yang makin keras dan gelap.  Jangan pernah menyerah dan teruslah berjuang karena fajar kemenangan hanya lahir dari malam yang menghadap dengan iman yang tidak menyerah. (sTy)

Renungan Lainnya