TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:BERTEKUN DALAM KEYAKINAN

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:BERTEKUN DALAM KEYAKINAN

Columbanus dari Selvia (543–615) adalah seorang biarawan Irlandia yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk mewartakan Injil ke tanah-tanah asing di Eropa. Dalam kerasnya perjalanan ia dihadapkan pada penolakan, penolakan, bahkan ancaman politik karena keberaniannya menegur dosa para penguasa. Namun dalam penderitaan itu, imannya tak pernah pudar. Ia menulis surat-surat yang menegaskan kesetiaan pada kebenaran Injil dan tidak  kompromi terhadap masalah duniawi. Dari biara Colombanus, lahirlah gelombang misi yang menyalakan kembali semangat rohani benua yang dingin.

Ayat 2 Timotius 3:14  mengatakan,”Tetapi hendaknya engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.”   Di ayat ini, kata “tetap berpegang” berarti tinggal, menetap, diam dalam suatu keyakinan yang hidup. Paulus tidak sekedar menasihati agar Timotius mengingat suatu ajaran, tetapi untuk hidup melekat pada kebenaran itu hingga menjadi bagian dari nafas imannya. Iman yang tekun bukanlah hasil dari pengetahuan semata, melainkan dari kesetiaan dan keteguhan hati yang diuji oleh waktu dan tantangan hidup. Kebenaran yang diyakini harus dijaga dengan keteguhan hati yang tidak goyah meski dunia sedang bergejolak.

Seperti Columbanus yang memilih tetap teguh dalam panggilan meski harus berjalan sendirian, demikian pula iman sejati menuntut ketekunan yang tidak menawar kebenaran demi kenyamanan. Kesetiaan pada Injil selalu lahir dari hati yang rela bertahan dalam badai.  Tetaplah kuat dan setia dalam panggilan Injil yang kita Jalani dan bertahanlah hingga akhir walau tantangan kita hadapi  karena iman yang sejati tidak mencari jalan mudah, tetapi setia berjalan di jalan yang benar. (sTy).

Renungan Lainnya