SEJENAK MERENUNG

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:BERTEKUN DALAM KEYAKINAN

Columbanus dari Selvia (543–615) adalah seorang biarawan Irlandia yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk mewartakan Injil ke tanah-tanah asing di Eropa. Dalam kerasnya perjalanan ia dihadapkan pada penolakan, penolakan, bahkan ancaman politik karena keberaniannya menegur dosa para penguasa. Namun dalam penderitaan itu, imannya tak pernah pudar. Ia menulis surat-surat yang menegaskan

Lanjutkan Baca »

TEGUH BERSERAH PANTANG MENYERAH : TETAP BERTAHAN

Justinus Martir adalah seorang filsuf Yunani yang kemudian menjadi pengikut Kristus.  Ia hidup pada abad kedua dan menjadi Kristen ketika Kekaisaran Romawi gencar menindas orang Kristen. Ia pernah mencari kebenaran melalui berbagai aliran filsafat namun ia hanya menemukan kepenuhan kebenaran dalam Kristus. Saat itu siapapun yang beriman kepada Kristus dianggap

Lanjutkan Baca »

TERSUNGKUR LALU BERSYUKUR : YANG SEHARUSNYA DIINGAT

  Mechthild of Magdeburg (1207–1282), seorang mistikus Jerman yang meninggalkan kenyamanan bangsawan untuk hidup melayani di antara kaum miskin. Dalam karya rohaninya The Flowing Light of the Godhead, ia menulis pengalaman batin yang lahir dari perjumpaan mendalam dengan kasih Allah. Mechthild sering ditolak oleh kalangan gerejawi karena keberaniannya berbicara tentang

Lanjutkan Baca »

TERSEUNGKUR LALU BERSYUKUR : SYUKUR YANG MELEBUR

  Anselmus dari Laon (tahun 1050–1117) dikenal sebagai teolog dan pendidik besar asal Perancis yang mendirikan School of Laon, pusat pembelajaran Kitab Suci yang tersohor di zamannya. Ia menekuni tafsir Alkitab dengan disiplin tinggi, namun hidupnya sederhana dan  menundukkan pengetahuannya kepada kehendak Tuhan. Anselmus tidak mengejar kemegahan akademik, melainkan mengarahkan

Lanjutkan Baca »

TERSUNGKUR LALU BERSYUKUR: (KESOMBONGAN YANG LURUH)

Blaise Pascal, ilmuwan dan filsuf besar Prancis yang pernah hidup dalam kejayaan akal dan kebanggaan pengetahuan. Namun pada malam 23 November 1654, ia mengalami pengalaman ilahi yang berdampak besar dalam hidupnya yaitu saat ia hampir tewas karena kereta kudanya nyaris terjun ke Sungai Seine.  Dalam doa yang penuh tangis, ia

Lanjutkan Baca »

TERSUNGKUR LALU BERSYUKUR

  Cuthbert of Lindisfarne lahir sekitar tahun 634 di Northumbria, Inggris. Ia dikenal sebagai biarawan dan gembala umat yang rendah hati, penuh kasih, dan tekun dalam doa. Ia menolak kenyamanan dan jabatan demi hidup sederhana di pulau terpencil, di mana ia bersekutu dengan alam dan Tuhan dalam kesunyian. Namun justru

Lanjutkan Baca »