
Frans Seda lahir di Flores pada tahun 1926. Ia adalah seorang tokoh Kristen yang mengabdikan hidupnya bagi bangsa Indonesia. Ia berperan penting pasca-kemerdekaan yaitu dengan menjabat Menteri Keuangan dan Menteri Perindustrian, menata kebijakan ekonomi dan pembangunan industri. Dedikasinya lahir dari iman Kristen, menuntun integritas, kejujuran, dan pelayanan tanpa pamrih. Frans Seda yang memahami kebutuhan bangsa seperti menafsirkan tanda-tanda zaman dan menjadikan setiap langkah strategi nyata, mengajarkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak berhenti di medan perang namun berlanjut melalui pelayanan, kebijakan, dan pembangunan yang membawa kesejahteraan.
Lukas 12:56 mengatakan,“Dan kamu tahu menafsirkan rupa bumi dan langit, bagaimana kamu tidak tahu menafsirkan zaman ini?” dan mengajak kita untuk melihat lebih dari yang kasat mata, menembus permukaan realitas dan menyelami ritme tersembunyi ciptaan Tuhan. Mata jasmani hanyalah alat, tetapi mata rohani yaitu mata iman membuat kita mampu menembus kabut dunia dan menangkap panggilan Tuhan di setiap peristiwa. Dalam gejolak masyarakat, ketidakadilan, dan peluang yang diberikan Tuhan, jangan sampai itu semua menutup pandangan kita. Teruslah memandang dengan hati yang terikat iman berarti menangkap arah sejarah, memahami panggilan zaman, dan melihat kesempatan untuk bertindak benar.
Seperti Frans Seda yang peka pada tanda zaman, kita ditantang mewujudkan kemerdekaan sejati dengan tindakan bijak yang berpijak pada Firman Tuhan. Hati yang peka pada tanda zaman, tangan yang berani bertindak untuk kebenaran itulah wujud kemerdekaan sejati.(sTy).