KESETIAAN SEJATI PENGIKUT KRISTUS : KEHIDUPAN YANG TIDAK LAYU

KESETIAAN SEJATI PENGIKUT KRISTUS : KEHIDUPAN YANG TIDAK LAYU

T.B. Joshua, pendiri SCOAN (The Synagogue Church of All Nations) di Lagos, melayani ribuan jiwa dengan cara yang sederhana namun penuh kuasa. Dengan melalui doa, mujizat, dan kesembuhan, Joshua memperkenalkan Kristus kepada dunia melalui Emmanuel TV. Pelayanannya tidak berhenti hanya sampai di altar namun dinyatakan dalam kasih,  menolong korban bencana, menyekolahkan anak miskin dan mengulurkan tangan bagi mereka yang lemah. Pengaruh Joshua meluas di Nigeria hingga mancanegara dan segera menarik perhatian banyak orang mulai dari para pemimpin hingga rakyat sederhana. Joshua meninggalkan teladan kerendahan hati, doa yang murni dan kehidupan yang berakar pada Firman Tuhan .

Mazmur 1:1 mengatakan,”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.” Ayat ini menyingkap jalan sunyi iman yang menolak arus mayoritas yang fasik dan memilih langkah berbeda yang tampak asing namun berbuah kekal. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam keramaian dunia melainkan pada kedalaman yang menolak kompromi dengan dosa. Hidup yang tidak layu lahir dari keberanian meninggalkan kursi para pencemooh dan memilih tinggal dalam teduh kasih Tuhan. Mazmur ini menegaskan bahwa akar sejati bukan pada pujian manusia, melainkan pada Firman Tuhan. Dari sanalah lahir kekuatan yang membuat jiwa tetap segar meski musim hidup berubah.

Seperti T.B. Joshua yang memilih berakar pada Firman Tuhan maka kita pun dipanggil menjadikan Firman Tuhan sebagai jalan hidup yang  murni, teguh dan berani.  Ingatlah bahwa akar yang tertanam dalam Kristus tidak akan layu meski dunia menertawakan jalan yang ditempuh. (sTy)

Renungan Lainnya