Category: ReKat

  • ReKat: PERTUNJUKKAN PERISTIWA KASIH (15 April 2022)

    Bacaan Sabda: Lukas 23 : 44 – 49.

    Pemahaman karakteristik Kasih Tuhan Kepada Umat-Nya sebagai berikut:

    1. Kasih Tuhan itu telah terbuka lebar agar dapat menghampiri Allah, tentu berlaku untuk setiap orang yang telah bertobat, mengaku dan menerima Yesus  sebagai Juruselamat pribadi.
    2. Kasih Tuhan kepada umat-Nya dibuktikan, kerelaan Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada kematian,  agar kita yang telah mati karena dosa, dihidupkan menuju kepada hidup yang kekal bersama-Nya di surga.
    3. Seruan Yesus:  “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), tanda akhir dari segala penderitaan-Nya.  Penyelesaian karya penebusan bagi kita. Hutang dosa kita telah lunas terbayarkan dan rencana keselamatan itu terbukti menjadi nyata.
    4. 1 Yohanes 4 : 9 – 10 “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

    (Haryono)

  • ReKat: TUHAN SETIA pada Janji-Nya (12 April 2022)

    Bacaan Sabda: Mazmur 89:1-19

    Berdasarkan hasil  perenungan saya dari  Mazmur 89:1-19, kita sebagai  umat Allah yang telah menerima kasih setia-Nya , kita harus merespons akan kebaikan dan janji setia Tuhan kepada kita, dengan cara hidup bersyukur yaitu dengan mau menaati akan firman Allah serta melakukan kehendak-Nya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus menjadi saksi Kristus bagi orang lain dengan menceritakan akan kebaikan Tuhan yang telah kita terima selama ini.

    (Swan Lioe)

  • ReKat: PEMULIHAN: Kebutuhan Dasar Manusia (04 April 2022)

    Bacaan Sabda: Mazmur 85 : 1 – 14 

    Berdasarkan hasil perenungan saya dari bacaan kita pada hari ini dan saya kaitkan dengan 2 Tawarih 7:14, maka yang menjadi KUNCI PEMULIHAN hidup manusia yaitu:

    1. Merespon firman dan panggilan bertobat dan menerima Yesus Tuhan sebagai satu-satunya  Juruselamat.
    2. Merendahkan diri dan berserah diri kepada-Nya, karena Dialah yang berotoritas atas hidup kita. 

    (Haryono)

    ***

    Berdasarkan hasil perenungan saya dari bacaan kita pada hari ini dan saya kaitkan dengan 2 Tawarih 7:14, maka yang menjadi KUNCI PEMULIHAN hidup manusia yaitu:

    1. Memulihkan hubungan kedekatan kita dengan Tuhan.
    2. Supaya kita tetap dekat dengan Tuhan, kita harus bersikap rendah hati, mau bertobat dari segala dosa kita, tekun berdoa dan selalu mencari wajah Tuhan.

    (Swan Lioe)

  • ReKat: JAGALAH PERKATAAN KITA (30 Maret 2022)

    Bacaan Sabda: Bilangan 20:2-13

    Dari perenungan saya dari bacaan pada hari ini, beberapa hal yang perlu saya lakukan agar saya dapat menjaga perkataan saya:

    1. Perlu terus belajar ketrampilan mengontrol emosi.
    2. Perlu terus belajar menahan diri untuk tidak cepat berkata-kata.
    3. Perlu terus belajar agar tidak cepat reaktif dalam segala situasi.
    4. Perlu terus belajar berkata-kata dengan nada lembut.
    5. Pegang prinsip, kalau tidak dapat berkata-kata yang membangun dan menguatkan, lebih baik diam.
    6. Minta kekuatan dari Tuhan sehingga saya dapat menjadi yang dilukai namun memberkati.

    (Swan Lioe).

  • ReKat: Lebih Baik TAAT, Jangan MEMBERONTAK (23 Maret 2022)

    Bacaan Sabda: Bilangan 16:1-50

    Berdasarkan hasil perenungan saya dari bacaan pada hari ini, ketika saya tidak setuju dengan keputusan atau model kepemimpinan yang dikembangkan oleh Gembala Jemaat saya, berikut beberapa hal yang saya lakukan:

    1. Saya mendoakan Bapak Gembala Jemaat. Kemudian saya akan menyampaikan pendapat atau saran saya kepada Beliau melalui jalur pribadi.
    2. Karena yang menjadi pemimpin itu Beliau, maka apa pun keputusan yang diambilnya, saya tetap menghargainya.
    3. Saya menyadari bahwa  tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna , termasuk Gembala Jemaat.
    4. Mengingat peneguhan Gembala Jemaat itu sudah melalui proses, maka kita sebagai anggota jemaat harus tetap menempatkan Beliau sebagai seorang pemimpin. Kalau ada masalah harus diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
    5. Mari kita terus belajar untuk saling mengerti, menghargai dan menghormati satu dengan yang lain.

    (Swan Lioe)

  • ReKat: MENGELUH lagi, MENGELUH lagi (15 Maret 2022)

    Bacaan Sabda: Bilangan 11:1-35

    Pelajaran yang dapat dipetik, mengapa umat Israel selalu mengeluh dan bersungut-sungut yaitu:

    Jawaban 1:

    1. Mereka tidak mau mengingat akan kebaikan Tuhan yang telah diterimanya; yang telah membebaskan dari perbudakan di Mesir dengan cara-Nya yang ajaib.
    2. Bangsa Israel juga tidak bisa mengucap syukur akan pemeliharaan Tuhan kepada mereka selama di padang gurun.
    3. Hati mereka menjadi panas karena tak pernah merasa puas dengan keadaan mereka yang mengakibatkan selalu mereka selalu mengeluhdan bersungut-sungut dalam menjalani kehidupan harian mereka.

    (Swan Lioe)

    Jawaban 2:

    1. Umat Israel tidak mematuhi apa yang telah diperintahkan Tuhan kepada mereka. Pelajaran untuk kita, di dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan ini, belajar untuk mentaati firman-Nya.
    2. Umat Israel cendrung mudah mengikuti kehendaknya sendiri. Pelajaran untuk kita, bahwa kita sudah ditebus oleh pengorbanan Yesus di atas salib, maka perlu kita terus belajar untuk menyangkal diri.
    3. Umat Israel tidak konsisten pegang janji Tuhan. Pelajaran untuk kita, bagaimana pun keberadaan kita  dalam situasi apa pun yang kita hadapi, kita berusaha untuk belajar berpegang kepada janji-Nya. Tuhan Yesus berkata : “Janganlah gelisah hatimu  percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku”. (Yohanes 14:1)

    (Haryono)

  • ReKat: TUHAN menyiapkan GPS (09 Maret 2022)

    Bacaan Sabda: Bilangan 9:15-23

    Kesaksian 1:

    Tuntunan-Nya ajaib  dalam menemukan pasangan hidup.

    Doa saya:

    Saya berdoa kepada Tuhan tentang calon pendamping berkenaan dengan pelayanan saya  sebagai berikut: “Tuhan Yesus saya berkeinginan calon istri  saya adalah seorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, supaya jika saya kelak melayani di pedesaan,  istri yang melayani bagian kesehatan jasmani dan  saya yang melayani bagian kesehatan rohani. Tuhan, kalau bisa calon istri saya  berlatar belakang suku Batak,  yang bicaranya  tegas, lugas, dan  berterus terang karena saya ini orangnya  sungkanan dan pemalu.”

    Doa calon istri:

    Sedangkan calon istri saya berdoa kepada Tuhan, “Tuhan saya mau calon suami saya kelak tamatan pendidikan teologi. Selain itu  saya mau calon suami berasal dari suku Jawa yang sabar, kalem  dan lemah lembut.”

    Suatu saat teman saya, orang Batak, dalam suatu pertemuan berkata kepada saya: ”Lihat itu,  dia calon istrimu.” Kemudian saya menyempatkan diri menemuinya, berkenalan dan  berbincang-bincang.  Dan ternyata apa yang telah kami  doakan itulah yang terjadi. Tuhan menjawab tepat sesuai dengan yang  kami doakan. Tuhan menuntun kami tahap demi tahap berikutnya. Kami memasuki hidup berumah tangga, dikaruniai anak 3 orang. Saat ini mereka sudah berumah tangga dan kami sudah dikaruniai 8 orang cucu.

    Kini kami berdua menikmati hidup di level usia indah dan bahagia oleh tuntunan-Nya yang ajaib. Saya teringat lagu yang syairnya sebagai berikut:  Tuhan memimpin hidupku, itu cukup bagiku, karna rahmat-Nya melimpah yang menghiburkan daku. (Haryono)

    ***

    Kesaksian 2:

    Berdasarkan  hasil perenungan saya pada hari ini, saya saksikan bahwa pertolongan Tuhan tak pernah habis dan terlambat di dalam kehidupan kami, untuk setiap detik , menit dan jamnya. Tuhan yang setia menuntun perjalanan kehidupan kami , kami tidak dibiarkan jatuh , namun Dia selalu menopang kami.  Sesungguhnya  Allah sudah menyiapkan GPS buat kita semua. (Swan Lioe)

  • DAHSYATNYA kekuatan BERSYUKUR dan KEDAHSYATAN yang DISYUKURI (25 Februari 2022)

    Bacaan Sabda:  Mazmur 66 : 1 – 20.

    Saya bagikan perbuatan Allah yang dahsyat dalam pelayanan saya di Lampung Selatan mengacu pada  Mazmur 66:5,  “Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia”

    Saya diutus oleh  Yayasan Pengutusan Injil dan Pelayanan Kasih (PIPKA) Sinode GKMI.

    Tujuh tahun pertama (1977 – 1984), pemberitaan Injil kepada penduduk asal Jawa yang tinggal di kawasan Gunung Bunder dan Dusun Sidorejo, daerah Way Rate – Lampung Selatan. Di antara penduduk di dua tempat ini, mereka merespons pemberitaan Injil. Mereka dibimbing belajar Alkitab sampai kepada pengenalan dan penerimaan Yesus Juruselamat pribadi dan dibaptiskan.

    Oleh karya Roh Kudus selama tujuh tahun pemberitaan Injil itu, Tuhan tambahkan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Rumah yang dipakai untuk beribadah sudah tidak memadai dengan jumlah yang hadir. Tuhan menggerakkan seseorang diantara mereka di Gunung Bunder dan di Sidorejo, rela menyerahkan tanahnya untuk didirikan gereja. Di kedua tempat itu mereka rela pula bekerja bergotong royong mendirikan gereja dan pastori sampai selesai.

    Pendekatan pelayanan

    Dua sisi yaitu Pemberitaan Injil (PI) dan Pelayanan Kasih (PKA). Untuk pelayanan kasih  kami bermitra dengan  World Vision International (WVI)

    WVI menyalurkan dana untuk keperluan : 

    1. Bantuan pendidikan anak usia sekolah, Bantuan ekonomi keluarga, berupa ternak.
    2. Bantuan pengadaan air bersih, MCK.
    3. Bantuan perbaikan jalan, jembatan gantung.
    4. Bantuan perbaikan rumah, bagi yang terdampak banjir.

    Syukur, berdasarkan informasi dari Sekretariat PIPKA Jakarta, direncanakan  GKMI Cabang  Sidorejo akan didewasakan pada tanggal 29 Maret 2022. Terpujilah Tuhan! (Haryono).

  • ReKat: HOME SWEET HOME (24 Februari 2022)

    Bacaan Sabda: Bilangan 2 : 1-34 . 

    Pendapat dan pemahaman tentang rumah (1)

    1. Secara fisik /material, rumah dalam arti  bangunan,  gedungnya.
    2. Secara rohani /spiritual, rumah dalam arti tubuh ini telah dipersembahkan kepada  Allah (Roma 12:1-2), dan yang menjadi tempat kediaman Roh Kudus.  (1 Korintus 3:16-17,  6:19-20).
    3. Rumah ibadah /gedung gereja, rumah dalam arti  tempat persekutuan, ibadah, tempat kebersamaan dengan sesama orang percaya  di suatu tempat/lokasi. (Haryono)

    Pendapat dan pemahaman tentang rumah (2)

    Dari perenungan firman Tuhan pada hari  ini, pengertian rumah bagi orang percaya adalah hadirnya Tuhan di tengah-tengah kita. Biarlah kita bersyukur  karena kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita, membuat hidup terasa damai, aman dan bersukacita. Ketika kita dekat dengan Allah, maka jiwa kitapun terasa tenang.  (Swan Lioe)

  • ReKat: Aku RINDU akan TUHAN (13 Februari 2022)

    Bacaan Sabda: Mazmur 63:1-12

    Kesaksian Pertama:

    .

    Pengalaman Pemazmur: Dalam kesesakannya, ia mengaku berharap hanya kepada pertolongan dari Tuhan.  Pernyataannya tepat di ayat 2-a:  “… Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, …”. Pernyataan tersebut senada dengan  yang tertulis di Mazmur 140:7:  “Aku berkata kepada  Tuhan, Allahku Engkau, …”. Itulah suatu pengakuan iman dari Pemazmur.

    Pengalaman pribadi.

    Bagi saya kasih setia Allah itu sesungguhnya melebihi daripada hidup sementara di dunia ini. Hal ini saya alami ketika bertobat menerima Kristus Juruselamat berdasarkan Yohanes 3:16. Senada dengan  kata “hidup” Tuhan Yesus berkata : “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan ; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. (Yohanes 10:10).

    Maknanya bagi saya :

    Berelasi pribadi dengan Tuhan setiap pagi hari melalui:  Pembacaan Alkitab setahun berurutan dari Kejadian sampai dengan Wahyu, satu tahun selesai, yang saya mulai sejak tahun 2001 dan terus berlangsung sampai saat ini. Selesai pembacaan Alkitab berlanjut doa pribadi, doa keluarga dan doa pelayanan.

    Makna berikutnya,  bila saya melakukan kesalahan, Dia mengampuni. Bila saya sedang lemah, Dia menolong menguatkan. Bila saya sedang dalam bahaya, Dia melindungi.

    Makna selanjutnya, saya mensyukuri akan kasih setia-Nya yang tak berkesudahan dan menyampaikannya kepada anggota keluarga (anak, menantu,  dan cucu). (Haryono)

    ***

    Kesaksian Kedua:

    Dari perenungan firman Tuhan hari ini, supaya kita dapat berkomunikasi dengan Tuhan setiap hari, maka kita harus memberi waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan , sehingga kita  bisa mengetahui apa yang Tuhan mau untuk kita perbuat. Maka kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Allah.. (Swan Lioe).