BERDOA Sampai TUHAN MENJAWAB Pergumulan Kita

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena Tuhan telah memampukan kita untuk menjaga kehidupan doa kita. Sahabat, ternyata berdoa bukan semata-mata aktivitas fisik atau badani, melainkan suatu perbuatan rohani.  Bukan suatu tindakan yang digerakkan oleh tubuh kita, melainkan suatu gerakan yang dilakukan dan didasari oleh roh kita.  Sebenarnya tubuh kita hanyalah membantu  melaksanakan perbuatan roh kita;  jadi yang berdoa adalah roh kita (Roma 8:26)  Berdoa juga bukan hanya sebatas meminta atau memberi laporan terperinci tentang kebutuhan kita kepada Tuhan.  Tapi berdoa adalah sarana mempererat hubungan kita dengan Tuhan yang didalamnya terkandung pujian, penyembahan dan ucapan syukur. 

Seorang rekan yang menjadi Guru Agama Kristen (GAK) di SD dan mendapat subsidi bantuan dari Departemen PBS Christopherus bercerita bahwa dia setiap hari pada sekitar jam 15.00 berdoa khusus untuk pergumulannya saat ini. Dia bergumul apakah akan melanjutkan sebagai GAK atau menjadi Gembala Jemaat di gerejanya. Dulu suaminya yang menjadi Gembala Jemaat, tapi beberapa bulan yang lalu suaminya dipanggil Tuhan, maka dia menggumuli hal tersebut. Dia berkomitmen untuk terus tekun berdoa sampai Tuhan secara jelas menjawab pergumulannya. Betapa pentingnya kita punya komitmen berdoa sampai sesuatu terjadi.

Maka pada hari ini kita akan merenungkan pergumulan Daud yang terdapat di Mazmur 28:1-9.

Sahabat, Mazmur 28  terdiri atas tiga bagian. Pertama,  seruan minta tolong (ayat 1-2), kedua, permohonan agar jangan dibinasakan bersama orang fasik (ayat 3-5), dan ketiga, ucapan syukur, pengakuan percaya, dan doa syafaat (ayat 6-9).

Melalui Mazmur 28 kita dapat melihat pengalaman yang dialami oleh Daud ketika ia merasa ditinggalkan Allah. Sesaat ia merasa bahwa Allah tidak mendengar seruan doanya. Ia tidak tahu mengapa Allah diam. Daud merasa tidak ada lagi harapan.

Daud berpikir bahwa TUHAN hendak menghukumnya seperti orang fasik. Namun, ia merasa tidak melakukan kesalahan apa pun (ayat 3-4). Dalam pengalaman doanya yang panjang, fajar harapan pun tiba. TUHAN menjawabnya. Karena itu ia bersyukur dan memuji TUHAN. Sebab TUHAN adalah perisai dan gunung batu tempat perlindungan yang aman dan dapat diandalkan.

Sahabat, melalui Mazmur 28,  Daud  mengingatkan kita untuk tidak berhenti berdoa. Terkadang Allah memang terlihat begitu jauh sehingga doa kita pun sepertinya tidak pernah sampai ke telinga-Nya. Kalaupun Allah mendengar, mungkin Ia tidak mau menjawabnya. Pikiran kita mulai membentuk asumsi negatif. Misalnya, “Apakah aku dihukum oleh Tuhan atau apakah Tuhan itu memang ada?”

Ingatlah! Sahabat,  dari Mazmur 28 kita tahu satu hal, yaitu Allah mendengar dan menjawab doa orang-orang yang berseru kepada-Nya, dari orang-orang yang berkeluh-kesah, dan dari orang-orang yang menggantungkan harapannya hanya kepada Allah. Maukah Sahabat dan saya  untuk tidak berhenti berdoa dan berharap hanya kepada Tuhan saja? Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg).

One Comment

  1. Kristianti kartika Widjaja

    Shalom …Selamat pagi dan selamat jumpa Pak Paul dan Para Sahabat pendukung Kristus.
    Salam sehat dan penuh sukacita karena di dalam Kristus selalu ada pengharapan .
    Puji Tuhan ..??, kabar baik karena oleh anugerah-Nya kita masih bisa merenungkan sebagian dari Firman-Nya sampai pagi ini.
    Terima kasih untuk Renungan Firnan Tuhan pagi ini yang mengingatkan supaya kita tidak jemu- jemu untuk berdoa sampai Tuhan Menjawab pergumulan kita.
    Mari kita belajar dari Mazmur 28 , dari Raja Daud yang mengingatkan untuk tidak berhebti berdoa , sekalipun kadang kita merasakan seakan-akan Tuhan tidak menjawab atau belum mendengar akan seruan doa kita.
    Mari kita tetap menjalin komunikasi yang semakin dekat dengan Allah karena Dia akan menjawab semua doa kita menurut waktu dan cara-Nya ….Immanuel.
    Selamat berakhir pekan….Tuhan Yesus Memberkati…??

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *