
Allan Aubrey Boesak adalah seorang pendeta Gereja Reformasi di Afrika Selatan, teolog, dan aktivis politik yang menonjol dalam perjuangan melawan apartheid. Ia mengkhotbahkan keadilan sosial dan menentang rasisme yang merendahkan martabat manusia. Dari mimbar, ia menyuarakan belas kasih Kristus bagi kaum tertindas. Dalam kepemimpinannya di World Alliance of Reformed Churches, ia membangun jaringan gereja global yang menolak apartheid dan turun ke lapangan politik melalui United Democratic Front yang memperjuangkan kebebasan dan kesetaraan, menunjukkan iman sejati melekat pada tindakan yang membebaskan dan menghidupkan.
Rasul Paulus menuliskan dalam Ibrani 12:22 demikian,“Tetapi kamu sudah datang ke bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah.” Ayat ini menyingkapkan bahwa perjalanan iman bukan menuju kehancuran, melainkan menuju ke Kota Allah yang hidup, Yerusalem Sorgawi. Di Bukit Sionlah kasih Allah berdenyut sebagai pusat kehidupan rohani, bukan sekadar janji eskatologis. Di sanalah semua menjadi realitas yang mengikat Gereja sekarang. Belas kasih itu menjadi tangan yang merangkul, menuntun kita dari kepedihan dunia menuju perjamuan surgawi. Mahkota kemuliaan bukan hiasan akhir, melainkan identitas yang dibentuk setiap kali kasih Kristus menegakkan, menyucikan, dan menghidupkan Gereja-Nya. Setiap langkah kasih di bumi merupakan gema sukacita surgawi yang akan genap di hadapan tahta Allah. Belas kasih Allah merupakan denyut sorgawi yang membentuk Gereja menjadi mahkota kemuliaan di tengah dunia. (sTy).
