
Zacharias Richard Mahabane adalah pendeta Methodist dan presiden African National Congress (ANC), Afrika Selatan. Mahabane memimpin gereja dan perjuangan rakyatnya dengan mengambil jalan moderat. Sejak ditahbiskan 1914, ia menyalurkan Injil ke tengah masyarakat tertindas. Dalam politik, ia memimpin organisasi ANC selama dua periode dan menggalang persatuan melalui All African Convention dan Non-European Unity Movement. Ia menolak apartheid dengan suara profetis, menulis, berkhotbah, dan membangun jembatan antar ras dan menegaskan iman Kristen harus membuahkan keadilan sosial. Pelayanannya telah menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus mampu menyalakan harapan di tengah kegelapan bangsa.
Yesaya 58:10 mengatakan,“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau ingini sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.” Ayat ini menyingkapkan bahwa belas kasih bukanlah teori melainkan denyut nadi yang membuat terang Allah lahir di tengah kegelapan. Bukan doa panjang atau ritual megah yang membuka langit melainkan keberanian melepaskan sesuatu yang kita ingini sendiri demi orang lapar. Inilah misteri pemulihan: saat tangan merengkuh yang tertindas, cahaya Kristus menembus gelap batin. Belas kasih merupakan matahari rohani yang hanya terbit bila gereja berani kehilangan demi memberi hidup. Dalam detak belas kasih, Allah memulihkan Gereja-Nya, menjadikannya fajar yang membangkitkan dunia.
Mahabane telah menyerahkan hidupnya bagi yang tertindas, menyalakan terang pemulihan. Dan Firman-Nya kini mengajari kita untuk rela kehilangan demi menghadirkan fajar kasih Allah. Belas kasih yang diberi dengan kehilangan diri, menyalakan fajar pemulihan di tengah malam dunia. (sTy).