Author: Christopherus

  • TANTANGAN HIDUP

    Sahabat, tahukah kita bahwa tantangan hidup yang kita alami saat ini, bila kita pada akhirnya bisa keluar sebagai pemenang, akan menjadi kesaksian yang mendatangkan berkat di masa mendatang.

    Saya yakin masa pandemi Covid-19 merupakan situasi yang menantang iman kita saat ini, yang membuat kita sungguh-sungguh bergumul dengan Tuhan. Jika kita memperhatikan dengan saksama, segala situasi hidup di saat ini memiliki potensi untuk menggoncang iman kita.

    Mengingat situasi yang cukup menantang saat ini yang dapat menggoncang iman kita, maka Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 3:1-9.

    Sahabat, Mazmur 3 memperlihatkan segala perasaan Daud sewaktu melarikan diri dari istana akibat pemberontakan anaknya Absalom. Perasaannya sungguh campur aduk karena ada kaitan emosional antara ayah dan anak. Di satu sisi ada ketakutan karena jiwanya terancam. Di sisi lain ada kesedihan karena anaknyalah yang menjadi sumber ketakutannya.

    Pasang surut kehidupan Daud menunjukkan bahwa tantangan hidup bisa datang kapan saja, dari mana saja, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Daud menuliskan Mazmur 3 ketika ia sedang berstatus sebagai buronan dari anaknya sendiri yaitu Absalom. Perasaan tertekan sudah pasti terus mengimpit Daud karena banyaknya musuh yang mengejar dia (ayat  2). Tidak hanya tertekan! Tentu rasa sedih, kecewa dan marah, sudah menjadi makanan keseharian Daud ketika ia berada dalam masa pelarian dikarenakan anak yang ia kasihi berikhtiar untuk membunuhnya.

    Sahabat, dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah 2 hal yang dilakukan oleh Daud ketika dia menghadapi tantangan hidup yang sangat berat. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pp)

  • ReKat: BERHARGA di Mata TUHAN (11 Agustus 2021)

    Bacaan Sabda: Yesaya 43:1-7

    Dua  hal yang saya  peroleh dari perenungan:

    1. Penyertaan Tuhan itu sempurna. Dia tidak akan meninggalkan kita karena kita berharga dan mulia bagi-Nya.
    2. Janji Firman Allah itu kekal, dan janganlah kita takut di dalam menghadapi badai kehidupan ini.

    Tugas Kita:

    Kita harus bisa mewartakan dan menggemakan akan pertolongan dan penyertaan Allah yg telah kita terima kepada sesama kita , sehingga orang -orang di sekitar kita dapat terhibur dan menguatkan imannya karena kesaksian kita. (Kristianti)

  • PENGHARAPAN: Kekuatan untuk Bertahan

    Sebuah kapal yang berlayar di laut membutuhkan jangkar. Jangkar berguna untuk menahan dan menjaga keseimbangan kapal agar tahan terhadap gelombang atau ombak, tahan angin kencang sehingga kapal bisa berlabuh dengan aman. Sahabat bisa bayangkan seandainya kapal hanya berhenti tanpa ditahan oleh beberapa buah jangkar ketika menurunkan penumpang. Itu akan sangat merepotkan orang yang turun naik bahkan berbahaya.

    Sahabat, pengharapan ibarat sebuah jangkar. Pengharapan adalah daya kekuatan yang memampukan kita untuk bergerak maju, untuk terus hidup, untuk melihat masa depan, dan bertahan dalam segala situasi. Tanpa pengharapan tidak ada kehidupan. Selama ada pengharapan, selama itulah ada kehidupan.

    Pengalaman hidup kita bercerita bahwa  yang paling menggoda seseorang untuk tidak setia sampai akhir adalah penyakit ketidaksabaran. Manusia cenderung ingin cepat memetik hasil dalam melakukan sesuatu.

    Sahabat, kesetiaan, ketekunan, keseriusan, dan kesabaran sangat diperlukan dalam menanti janji Allah. Hanya mereka yang tetap memiliki pengharapan akan dimampukan melihat dan mengalami penggenapan janji-janji Allah dalam hidupnya.  Karena pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, jangkar yang kukuh yang membuat kapal tidak terhanyut arus laut.

    Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Ibrani 6:13-20. Sahabat, dari hasil perenunganmu, tolong tuliskan 2 hal yang menjadi pegangan hidupmu ketika sewaktu-waktu badai hidup menerpa hidupmu.  Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

  • MASA TUA MASA MENYENANGKAN

    Sahabat, sesungguhnya masa tua merupakan masa yang menyenangkan. Mengapa? Karena ketika usia semakin bertambah dan kekuatan kita semakin melemah, Allah tetap melimpahkan kekuatan-Nya supaya kita semakin banyak berbuah.

    Setiap tahun berganti, kita akan semakin tua, bukan? Sejujurnya kita tidak suka mengakuinya karena kita hidup pada zaman yang memuja vitalitas kemudaan. Tetapi setiap orang pada akhirnya akan sampai pada usia tiga puluhan, empat puluhan, lima puluhan, enam puluhan, dan terus berlanjut. Saya sendiri saat ini sudah sampai pada usia enam puluhan. Bagi sebagian orang, datangnya masa tua bisa jadi menjadi masa yang menakutkan. Bagaimana dengan Sahabat yang sudah mencapai  usia enam puluhan ke atas seperti saya? Bagaimana kita akan memaknai masa tua dan menghadapinya?

    Memang usia semakin bertambah dan tubuh semakin lemah, namun Allah telah berjanji melalui nabi Yesaya  bahwa masa tua bisa menjadi masa kekuatan bagi kita. Nabi Yesaya menyampaikan janji Allah bahwa semakin berubannya rambut kita, tidak sedikit pun mengurangi kesetiaan-Nya untuk terus menggendong dan menyertai kita. Ya, memercayai janji Allah akan membuat kita semakin optimis menghadapi masa depan. Penyertaan-Nya meyakinkan kita bahwa Ia masih menyediakan waktu bagi kita untuk menghasilkan hal-hal terbaik bersama dengan kekuatan-Nya.

    Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yesaya 46:1-13. Tuliskan 2 berkat yang Sahabat  peroleh yang membuat Sahabat  tidak takut untuk menghadapi dan menjalani masa tua. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)