Author: Christopherus

  • Rekat: Let There Be Bright (20 Desember 2022)

    Bacaan Sabda: Yesaya 60 : 1 – 14

    Dari hasil perenungan saya dari Bacaan Sabda, saya mendapatkan:

    1. Dari hasil perenungan firman Tuhan pada hari ini, saya mendapatkan pesan bahwa janji Tuhan itu pasti, walau belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Tuhan itu akan menjadi kenyataan. Nubuat Yesaya  menyatakan adanya suatu kepastian. Kepastian bahwa ketika umat-Nya dikembalikan ke Yerusalem, mereka meyakini bahwa janji Tuhan itu mengacu kepada penggenapan. Melalui Yesaya firman Tuhan menguatkan iman mereka, bahwa masa depan sepenuhnya berada pada otoritas Tuhan. Dialah Pembebas, Dialah Penyelamat umat-Nya.
    1. Dari ayat 3-5 saya memahami bahwa para musuh Israel justru, tertarik untuk datang ke Sion. Rahasianya  karena Israel menjadi penerus terang Tuhan kepada para musuhnya.  .Pemulihan yang berasal dari Tuhan dan yang terjadi dan yang dialami oleh Israel  tidak hanya berhenti dialami Israel, tetapi justru diteruskan kepada bangsa- bangsa yang memusuhi mereka.

    (Haryono)

  • Good People’s Snub

    PENGHIBUR SIALAN. Kehilangan keluarga, harta benda dan penderitaan fisik, membuat Ayub sangat terpukul dan menderita. Tentu Ayub berharap kehadiran sahabat-sahabatnya dapat memberi penghiburan dan kekuatan kepadanya. Tapi apa yang terjadi, perkataan para sahabatnya justru membuat luka di hatinya semakin menganga sehingga menambah penderitaannya.

    Saking kesalnya dengan perkataan mereka, membuat Ayub sangat mangkel dan tidak dapat mengontrol emosinya. Ayub yang saleh, saat itu  melontarkan umpatan kepada para sahabatnya: “PENGHIBUR SIALAN kamu semua! Belum habiskah OMONG KOSONG itu?

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Ayub dengan topik: “Good People’s Snub (Umpatan Orang Saleh)”. Bacaan Sabda saya ambil dari Ayub16:1-17:16 dengan penekanan pada Ayub 16:2. Sahabat, penderitaan fisik, kehilangan keluarga, dan penghiburan para sahabat Ayub yang tidak tepat sasaran membuat Ayub semakin lama semakin kesal terhadap mereka. Kekesalan tersebut akhirnya meledak dan Ayub mengumpat para sahabatnya sebagai PENGHIBUR SIALAN (16:2).

    Ayub menganggap perkataan mereka yang berniat menghibur itu hanyalah omong kosong (16:3) yang menambah beban penderitaan Ayub (16:7). Yang diperlukan Ayub bukanlah omong kosong, melainkan perkataan yang bernada menghibur dan mendorong dengan dilandasi oleh rasa empati (16:4-5).

    Keteladanan Ayub yang amat mengesankan, di tengah penderitaannya, Ayub tetap setia kepada Allah. Di satu sisi, Ayub merasa putus asa karena menganggap penderitaan yang dialaminya berasal dari Allah (17:11). Di sisi lain, dia tetap berharap kepada Allah (16:20-21; 17:3).

    Membaca kitab Ayub menjadikan kita tidak hanya sekadar tahu Ayub sebagai orang kaya yang suatu kali karena ketidaksukaan Iblis maka ia mengalami derita dan kehilangan banyak hal, lalu melompat cerita bahwa Ayub dipulihkan. Menyelami kitab Ayub menjadikan kita tahu : Ayub bergumul, bahkan dalam pergumulannya, Ayub marah kepada Tuhan (Ayub 16: 7-17).

    Lalu Ayub sadar bahwa hidupnya hanyalah bisa ditujukan kepada Tuhan (16:20-22).  Kesadaran bahwa ia tak bisa lain hanya bergantung kepada Tuhan, dan bertekun di dalam Dia itulah yang menjadikan Ayub bertobat dan kembali kepada Tuhan. Sama dengan Ayub, hidup orang beriman tidaklah selalu mulus. Ada waktunya hidup penuh dengan pergumulan. Mungkin ada diantara kita, ada kalanya tak ada sesuatu di tangan, atau tak ada sesuatu untuk dimakan.

    Sahabat, bacaan kita pada hari ini mengingatkan  bahwa bila kita ingin menolong orang lain, niat baik saja tidak cukup. Kesombongan membuat kita sulit mendengar dan memahami orang lain, sehingga kemudian kita akan sulit menolong orang lain. Ingatlah bahwa perkataan yang sembrono, emosional, dan salah sasaran bukan hanya tidak bermanfaat, melainkan juga menambah beban penderitaan orang yang hendak kita tolong.

    Bila kita belum yakin bahwa nasihat yang akan kita sampaikan sudah tepat, lebih baik kita menahan diri dan hanya mendampingi orang yang sedang menderita tanpa mengatakan apa-apa. Sebaliknya, bila kita sedang mengalami penderitaan, kita harus tetap berharap kepada Allah. Kita harus selalu tetap yakin bahwa Allah itu adil dan berniat baik walaupun apa yang kita alami belum bisa kita pahami secara jelas. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari Ayub 16:19-21 dan 17:3?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Betapa pun berat masalah yang kita hadapi, di dalam Kristus kita akan selalu menemukan harapan yang
    baru. (pg).

  • It’s Not Easy to Understand God’s Ways

    JALAN TUHAN. Sesungguhnya tidak mudah memahami dan mengerti jalan-jalan Tuhan itu  (Yesaya 55:8-9).  Karena tak mampu memahami jalan Tuhan, kita seringkali memaksa Tuhan untuk mengikuti kemauan, kehendak dan rencana kita, tapi kita sendiri tidak mau mengikuti jalan-jalan Tuhan.  Jalan Tuhan itu memang sulit untuk dimengerti dan serasa tidak masuk akal.

    Sahabat, bangsa Israel tak bisa memahami jalan Tuhan ketika harus melewati padang gurun, padahal di balik itu ada rencana-Nya yang indah.  Orang yang hanya terfokus pada hal-hal yang lahiriah akan mudah kecewa dan bersungut-sungut kepada Tuhan, seperti bangsa Israel (Mazmur 106:7-9).  Sekalipun mereka telah mengecap perbuatan Tuhan yang ajaib, mereka belum juga mengerti jalan-jalan Tuhan.  Tuhan berkata,  “Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: ‘Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.’ Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: ‘Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.’”  (Mazmur 95:10-11).

    Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yesaya dengan topik: “It’s Not Easy to Understand God’s Ways” (Tidak Mudah Memahami JALAN TUHAN). Bacaan Sabda saya ambil dari Yesaya 66:5-24 dengan penekanan pada ayat 18. Sahabat, bacaan kita pada hari ini merupakan bagian terakhir dari kitab Yesaya. Dengan demikian  hari ini kita sudah berhasil  menyelesaikan belajar dari kitab Yesaya secara utuh. Syukur kepada Tuhan.

    Sahabat, kalau kita tidak mengenali jalan-jalan Tuhan, kita tidak akan memiliki pengalaman berjalan bersama Tuhan;  kita tidak akan tahu bagaimana hidup berjalan dengan Tuhan.  Dengan memahami jalan Tuhan kita juga akan semakin mengenal pribadi-Nya, dan dengan mengenal pribadi-Nya kita akan mengetahui kehendak dan rencana-Nya, apa yang Tuhan inginkan untuk kita kerjakan di dalam hidup kita (Yesaya 43:19). Terkadang jalan Tuhan itu terasa berat untuk kita jalani, tetapi selalu ada rencana-Nya yang indah dan semua itu mendatangkan kebaikan bagi kita.


    Pengakuan Yesaya dalam ayat 18 menunjukkan bahwa TUHAN mengenal segala perbuatan dan rancangan kita. Artinya di hadapan ALLAH tidak ada yang tersembunyi. Daud sendiri mengakui hal itu. Bagi Daud, TUHAN mengetahui kalau kita duduk atau berdiri, TUHAN mengerti pikirankita dari jauh (Mazmur 139:2). Jika Allah mengetahui semua tentang perbuatan dan rancangan kita, lalu timbul pertanyaan.  bagaimana seharusnya kita merespons? Ada beberapa respons kita, yakni:

    Pertama. sudah seharusnya kita merubah pola pikir kita terhadap Allah. Hiduplah takut dan hormat kepada-Nya di dalam kebenaran dan kekudusan. Selalu berorientasi pada kehendak Allah. Allah bekerja sampai hari ini dan Dia mengatur setiap hal yang terjadi. Saat membuat rencana, tunduk dan berpeganglah teguh pada kehendak-Nya, bukannya memaksa Allah agar segera mengabulkan kehendak kita.

    Kedua, memercayai Allah sebagai pembuat rencana yang ulung. Kita bergantung sepenuhya kepada Allah, hanya Dia yang mampu memberikan yang terbaik bagi kita. Berserah penuh kepada Allah dan menjadi rekan kerja-Nya.

    Ketiga, bersyukur atas pemeliharaan Allah. Selalu rendah hati dan berterima kasih atas perlindungan, penjagaan, dan berkat-berkat yang telah diberikan-Nya. Karena itu, serahkan  hidup kita sepenuhnya kepada TUHAN sebab Ia tahu segala perbuatan dan rancangan kita. Haleluya! Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat dapatkan dari hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari ayat 12?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Walau terkadang jalan-jalan Tuhan terasa berat untuk diikuti, tapi yakinlah, selalu ada rencana-Nya yang indah dan semua itu mendatangkan kebaikan bagi kita. (pg).

  • A Lot of NEW STUFF

    MENYUKAI HAL-HAL BARU.  Masyarakat kita menyukai hal-hal baru. Kita menanti film baru, lagu baru, tempat-tempat rekreasi baru, kesuksesan, peningkatan dan pencapaian baru, bahkan hubungan kita pun akan terasa membosankan kalau hanya begitu-begitu saja tanpa adanya kejutan dan hal-hal baru yang dilakukan bersama. Tantangan-tantangan baru mampu membuat banyak orang bersemangat, karena disana mereka akan belajar hal baru dan menggapai keberhasilan yang baru pula.

    Sahabat, menariknya, Tuhan pun suka dengan hal-hal baru. Coba perhatikan  apa yang disampaikan oleh Pemazmur berikut ini: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!” (Mazmur 96:1). Tuhan menyukai puji-pujian yang baru dari kita, bukan hanya yang itu-itu saja dari tahun ke tahun. Tuhan merindukan hubungan yang terus diperbaharui menjadi lebih dalam lagi, Tuhan menantikan perubahan sikap kita ke arah yang lebih baik dan semakin seperti Yesus.

    Karena itu mari kita memasuki tahun baru 2023 dengan penuh antusias karena kita yakin Tuhan telah menyediakan hal-hal yang baru bagi kita di tahun baru 2023. A lot of new stuff.

    Syukur kepada Tuhan, hari ini kita dapat mulai memasuki tahun baru 2023. Di hari pertama pada tahun baru 2023 saya ajak untuk belajar dari kitab Ratapan dengan topik: “A Lot of NEW STUFF”. Bacaan Sabda saya ambil dari Ratapan 3:21-25 dengan penekanan pada ayat 22-23. Sahabat, bacaan kita pada hari ini  menyatakan bahwa Tuhan memberi kita rahmat-Nya yang baru. Bukan sekali-kali, bukan hanya setahun sekali, sebulan sekali atau seminggu sekali, tetapi setiap pagi (ayat 22-23). 

    Sahabat, begitulah cara Tuhan menyapa kita setiap kali kita bangun di pagi hari. Kalau kita merenungkan hal tersebut, bukankah itu luar biasa? Tuhan menganggap penting rahmat-rahmat, berkat-berkat baru untuk dicurahkan kepada kita. Tuhan besar kesetiaan-Nya untuk selalu melimpahi kita dengan sesuatu yang segar dan baru, bukan sisa-sisa, bukan sesuatu yang sudah kadaluarsa. Dia selalu memberkati kita dengan segala yang terbaik.

    Masalahnya, sejauh mana kita sadar akan hal tersebut? Kadang kita malah suka menganggap Tuhan tidak tanggap terhadap diri kita, seolah Tuhan senang melihat kita susah berlama-lama. Kita bahkan sering lupa untuk mengucap syukur dan berterimakasih setiap kita bangun pagi dan lebih memilih untuk langsung bersibuk ria, bersiap menghadapi aktivitas yang menanti tanpa peduli untuk menyapa-Nya. Padahal Tuhan siap memberkati kita dengan penuh sukacita untuk memulai hari dan melakukan yang terbaik hari ini.

    Sahabat, di mata Tuhan kita sangatlah berharga. Kasih-Nya kepada kita tidak terukur besarnya. “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32).

    Ayat tersebut dengan sangat jelas menggambarkan betapa besar kerinduan Allah untuk selalu memberikan yang terbaik pada kita. Bahkan dengan kedatangan Kristus, kita dimungkinkan untuk mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan, mengalami penebusan dan dilayakkan untuk menerima berkat keselamatan.

    Memasuki Tahun yang baru,  mari kenali Tuhan lebih lagi. Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mengetahui kasih dan rancangan-Nya buat kita, semakin kita terkagum-kagum dibuat-Nya. Selamat memasuki dan menjalani tahun baru 2023. Selamat menikmati hal-hal baru yang Tuhan telah sediakan bagi kita. Haleluya. Tuhan itu baik.

    Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:

    1. Pesan apa yang Sahabat peroleh berdasarkan hasil perenunganmu pada hari ini?
    2. Apa yang Sahabat pahami dari Roma 8:32?

    Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Awali setiap hari dengan sukacita, sebab ada rahmat dan berkat baru yang Tuhan sediakan di setiap harinya. (pg).