Tetap TEKUN dan SETIA pada Panggilan-NYA

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan tetap setia melayani Tuhan dan sesama, sesuai dengan panggilan, talenta, dan bidang minat kita. Kerjakanlah yang menjadi bagian kita dengan setia, dan lihatlah … Tuhan akan melakukan bagian-Nya dengan sempurna.

Saudara, melayani di ladang  Tuhan memang tidak mudah, karena itu kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Kita butuh pendampingan dan campur tangan Tuhan.  Ada cukup banyak pelayan di ladang Tuhan yang berniat mengundurkan diri sebagai pelayan penuh waktu karena tidak tahan dengan tekanan, tantangan, tuntutan  dan berbagai permasalahan yang ada.  Bahkan ada  yang memilih untuk mengundurkan diri sebagai seorang gembala jemaat  karena merasa gagal:  sudah melayani Tuhan bertahun-tahun tapi respons dari jemaat yang dilayani sangatlah minim, begitu-begitu saja,  sehingga tak banyak jiwa yang dimenangkan.

Jangan cepat-cepat menyerah!  Mari kita belajar dari Yeremia.  Dia  menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam pelayanannya.  Dua puluh tiga tahun lamanya melayani jiwa-jiwa dan menjadi penyambung lidah Tuhan:  memberitakan kebenaran dan menyerukan pertobatan, namun respons orang-orang yang dilayani sungguh sangat mengecewakan.  “Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.”  (Yeremia 25:3).

Nasihat dan teguran Yeremia dianggap sebagai angin lalu,  “… TUHAN terus-menerus mengutus kepadamu semua hamba-Nya, yakni nabi-nabi, tetapi kamu tidak mau mendengarkan dan memperhatikannya.”  (Yeremia 25:4).   Meski demikian Yeremia tak kecewa apalagi menyerah pada keadaan, ia tetap tekun dan setia pada panggilan-Nya.

Saudara, pertambahan jumlah jemaat yang dilayani, kemegahan gedung gereja, peningkatan persembahan, penambahan jumlah pendukung, penambahan murid yang mengikuti kursus, keuntungan terus bertambah, dan lain-lain, bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pelayan Tuhan di bidangnya.  Tuhan lebih  memperhatikan  ketekunan, kesetiaan, kesungguhan dan motivasi dalam menjalankan panggilan-Nya. 

Apa pun keadaannya, seorang hamba Tuhan haruslah tetap setia menyampaikan kebenaran firman Tuhan, sebab cepat atau lambat, firman-Nya pasti akan digenapi. Marilah kita merenungkan nasihat Rasul Paulus, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2).

Ingatlah! Mario Puzo (Penulis dan novelis asal Amerika) berkata, “Kesetiaan adalah perekat kuat yang menjadikan sebuah relasi bertahan selamanya.”  Tanpa kesetiaan, seseorang akan meninggalkan kita saat jalan yang kita lalui mulai gelap.  Mari hayati nasihat Rasul Paulus, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”  (Roma 12:11). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *