IMAN yang HIDUP

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Di saat-saat yang sulit dan serba terbatas pada saat ini, dunia sedang menunggu tindakan iman dari orang-orang percaya. Dunia menunggu tindakan-tindakan iman walaupun kecil tapi disertai dengan kasih yang besar.

Saudara ada dua unsur penting dalam iman:  Seseorang dapat dikatakan memiliki iman bila ia percaya meski belum melihat bukti.  Selain itu, seorang beriman taat melakukan kehendak Tuhan, apa pun risikonya.  Jadi, iman juga harus disertai perbuatan atau tindakan nyata. “Demikian juga halnya dengan iman:  Jika itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati.”  (Yakobus 2:17)

 Jika kita berbicara mengenai iman tetapi tidak bertindak sesuai dengan apa yang kita imani, hal itu menjadi sia-sia.  Iman yang sejati bukanlah sekadar perkataan, namun harus diwujudkan ke dalam perbuatan.  Iman yang disertai dengan tindakan pasti membuahkan hasil. 

Saudara, kali ini kita akan belajar dari Rahab, seorang perempuan sundal.  Sebagai penduduk kota Yerikho, Rahab telah mendengar tentang kuasa Allah Israel yang mengalahkan banyak bangsa, dan ia tahu orang Israel sedang menuju Yerikho,  sementara Allah akan menyerahkan kota tersebut ke tangan mereka. 

Ketika dua orang pengintai Israel datang ke Yerikho, Rahab melihat itu sebagai kesempatan emas dan ia bertindak.  Ia menolong kedua orang pengintai itu dengan menyembunyikan mereka di rumahnya.  Atas tindakan berani Rahab tersebut, dua pengintai itu berhasil lolos.  Namun sebelum para pengintai itu pergi, Rahab memohon agar ia dan seisi keluarganya diselamatkan bila mereka (orang Israel) menyerbu kota Yerikho. 

Para pengintai itu pun setuju dan mereka membuat suatu kesepakatan.  Para pengintai memerintahkan Rahab untuk mengikatkan tali kirmizi pada jendela rumah  (Yosua 2:21).  Perintah itu pun dilakukan oleh Rahab.  Tali berwarna merah itu menjadi simbol pengharapan dan jaminan keselamatan baginya.
    
Ketaatan Rahab mengaitkan tali kirmizi menunjukkan imannya pada perkataan para pengintai itu, yang secara tidak langsung merupakan janji Tuhan. 

Karena iman pengharapan yang ditaruhnya pada Allahnya yang “baru”, dan disertai tindakan nyata sebagai respons terhadap imannya, Rahab dan segenap keluarganya diselamatkan ketika orang Israel menguasai dan menghancurkan kota Yerikho. 

Ingatlah! Pelajaran dari pengalaman hidup Rahab sudah jelas:  iman yang disertai tindakan selalu membuahkan hasil! Jika iman kita adalah iman sejati, ia akan tampak dengan sendirinya melalui perbuatan kita. GBU & Fam. Better days are coming. (pg).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *