RENDAH HATI: Itulah Maunya Tuhan

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Pagi ini saya jadi teringat satu lagu sekolah Minggu yang berjudul “Rukun Cinta.” Salah satu baris syairnya berbunyi: Rendah hati serta ramah tamah, itulah maunya Tuhan.  Yesus bersabda, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”  (Lukas 14:11)

 Joyce Meyer (Penulis dan pembicara asal Amerika)  berkata, “Kerendahan hati adalah salah satu buah Roh yang paling sulit terwujud dan tetap ada dalam hidup kita. Tanpa kerendahan hati, kita akan sulit untuk berserah penuh kepada Tuhan.”

Coba kita amati orang-orang di sekitar kita, pada dasarnya hampir setiap orang ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai dan tidak mau direndahkan atau disepelekan.  Karena itu manusia cenderung meninggikan diri dan sulit merendahkan hati. 

Di era terjadi persaingan keras di segala bidang  saat ini, sulit menemukan orang yang rendah hati, karena sebagian besar orang berpikir bahwa kerendahan hati itu sama  dengan kelemahan. Jadi kalau kita rendah hati, maka harga diri, pamor, dan tampilan kita  akan turun.

Saudara, kerendahan hati sesungguhnya adalah sifat bijak dalam diri seseorang yang membuat ia dapat memposisikan dirinya setara dengan orang lain, tidak merasa lebih pintar, tidak merasa lebih baik, tidak merasa lebih mahir, tidak merasa lebih hebat, dan dapat menghargai orang lain dengan tulus. 

Kita sebagai murid-murid Kristus, seharus kita memiliki sifat rendah hati,  sebab Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan hidup,  “… yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,”  (Filipi 2:6-9).

Lalu apa saja tanda seseorang memiliki kerendahan hati?  Pertama,  berani mengakui kesalahan.  Karena gengsi, sedikit orang berani mengakui kesalahan sendiri di depan sesamanya, bahkan di hadapan Tuhan.  Mereka lebih memilih menyembunyikan kesalahannya dan berlaku munafik. Salomo mengingatkan kita,  “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”  (Amsal 28:13).  

Kedua, mau belajar dan diajar.  Proses  belajar dan diajar  itu tidak hanya melalui pendidikan formal di sekolah atau kampus, tetapi juga melalui  sekolah  kehidupan ketika kita berinteraksi dengan sesama di mana pun berada.  Proses ini tidak mengenal batasan usia dan waktu,  “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”  (Amsal 27:17).

Ingatlah! Kunci keberhasilan hidup adalah punya mimpi yang besar, bersedia bekerja keras dan tetap rendah hati. Sedangkan ciri orang yang rendah hati adalah punya kemauan untuk belajar dan belajar, tidak peduli seberapa banyak yang dia telah ketahui. Salomo mengingatkan, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”  (Amsal 18:12). GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *