MELEPASKAN PENGAMPUNAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Setiap orang butuh dimaafkan dan memaafkan. Lebih dalam lagi, setiap orang butuh diampuni dan mengampuni, karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang kalis terhadap lupa, khilaf dan salah.

Dalai Lama XIV (Pemimpin spiritual dari Tibet) berkata, “Semua tradisi agama utama pada dasarnya membawa pesan yang sama, yaitu cinta, kasih sayang, dan pengampunan. Hal yang penting adalah hal-hal tersebut harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.”

Pernahkah Saudara mengalami sakit hati? Kata orang sakit hati itu lebih menderita atau lebih sakit daripada sakit gigi.  Kalau tubuh jasmani yang sakit kita masih bisa memeriksakan diri ke dokter, beli obat di apotek atau menjalani rawat inap di rumah sakit.  Tetapi kalau hati kita yang sakit, siapa yang bisa menyembuhkan?

Barangkali ada diantara pembaca  semakin dibuat terkejut dengan perintah Tuhan Yesus berikut ini,  “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”  (Matius 5:44), bahkan kita diperintahkan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita,  “… sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”  (Matius 18:22).  Kita yang telah disakiti dan dilukai justru diperintahkan untuk mengasihi dan mengampuni mereka. Hhhmmm sangat tidak mudah.

Ada cukup banyak  orang percaya berpendapat bahwa mengasihi dan mengampuni kesalahan orang lain adalah sebuah pilihan:  kita bisa memilih untuk mengasihi dan mengampuni, atau tidak mengasihi dan tidak mengampuni. 

Juga tidak sedikit  yang menganggap sepele arti sebuah pengampunan. Padahal mengampuni adalah perintah Tuhan yang tidak boleh dilanggar dan ditawar.  Sebagai orang percaya, mengampuni kesalahan orang lain seharusnya menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.  Mengapa?  Karena kita sudah menerima pengampunan dari Tuhan terlebih dahulu. 

Mengampuni berarti membebaskan, tidak lagi menuntut balas, menghapuskan, dan tidak mengingat-ingat lagi kesalahan  (Matius 18:24-27).  Mengampuni berarti juga membuang jauh-jauh, tidak menyimpan kesalahan orang lain.   “sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”  (Mazmur 103:12). 

Berkat terbesar ketika kita mau mengampuni orang lain adalah Tuhan akan mengampuni dosa kita  (Matius 6:14), namun jika kita tidak mau mengampuni, Tuhan pun tidak akan mengampuni kita  (Matius 6:15).

Adapun dampak lain pengampunan ialah mendatangkan kuasa kesembuhan  (Yakobus 5:16), doa-doanya akan didengar dan dijawab oleh Tuhan  (Markus 11:24-25), serta korban persembahan kita akan diterima oleh Tuhan  (Matius 5:23-24).

Ingatlah! Jangan menunda  untuk melepaskan pengampunan bagi orang lain, karena “… jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”  (Markus 11:26). Martin Luther King (Pendeta dan aktivis HAM asal Amerika) berkata, Pengampunan bukanlah tindakan sesekali, itu adalah sikap yang konstan.” GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *