Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Dalam situasi yang serba terbatas dan tidak menentu, ada cukup banyak orang yang menjadi mudah tersinggung dan cepat marah. Maka kita sebagai orang percaya, diharapkan dapat menjadi peredam,
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Amsal 15:1)
Mungkin ada cukup banyak diantara kita yang memiliki persepsi yang salah tentang arti kelemahlembutan. Kita beranggapan bahwa orang yang lemah lembut adalah orang yang sikap atau tingkah lakunya lemah gemulai, suaranya halus dan terdengar irih ketika berbicara, dan tawanya tidak pernah terbahak-bahak.
Saudara, lemah lembut adalah sifat Kristus yang mengajar orang percaya agar mengenal diri sebagaimana adanya dan memandang Tuhan sebagaimana Ia ada. Mengenal diri adalah menyadari bahwa sesungguhnya di hadapan Tuhan kita ini lemah dan penuh keterbatasan, sehingga dengan demikian kita akan menjadi orang yang rendah hati, karena sadar bahwa sesungguhnya kita bukanlah siapa-siapa.
Berangkat dari dasar kerendahan hati inilah akan tumbuh sifat lemah lembut. Kalau di hadapan Tuhan orang mampu merendahkan diri, maka di hadapan sesama ia pasti tidak akan pernah menganggap diri lebih dari orang lain atau menyombongkan diri. “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:14b). Ia akan bersikap hormat, lemah lembut dan manis budi terhadap semua orang.
Saudara, Musa adalah contoh orang yang punya kelemahlembutan dan juga kerendahan hati. Tanpa memiliki sifat ini mustahil ia dapat memimpin bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, sebab “… mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.” (Keluaran 32:9), yang suka mengomel dan bersungut-sungut.
Ketika umat Israel membuat patung lembu dari emas untuk disembah, Musa datang kepada Tuhan dan memohon belas kasih-Nya agar mau mengampuni perbuatan keji bangsa itu. Begitu besar kasihnya kepada umat Israel sampai-sampai Musa rela namanya dihapus dari buku kehidupan, asal saja Tuhan mau mengampuni dosa mereka (Keluaran 32:32).
Ingatlah! Jane Austen (Novelis asal Inggris) berkata, “Tidak ada perhiasan yang dapat menyamai dengan hati yang lemah lembut.” Karena itu Rasul Paulus minta dengan sangat, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar.” (Efesus 4:2a). GBU & Fam. Better days are coming. (pg).
Leave a Reply