RIBKA: Pribadi yang Suka Menolong
Sahabat, suka menolong adalah bukti bahwa dalam diri kita kasih Allah bekerja dengan baik. Pada dasarnya manusia senang dibantu. Dengan membawa spirit suka menolong dalam kehidupan keseharian, akan terbuka kesempatan hidup kita untuk menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain. Memang tidak mudah dan terkadang merepotkan, tetapi yakinlah bahwa taburan kebaikan kita akan berbuah manis.
Pengalaman hidup saya dan istri membuktikan bahwa firman Tuhan itu ya dan amin, apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Saat ini ketika kami sudah menjadi senior, kami menikmati apa yang telah kami tabur di masa muda. Bukan hanya saya dan istri yang menuai, anak-anak kami juga sudah ikut menuai. Terpujilah Tuhan!
Untuk lebih memahami topik tentang: “RIBKA: Pribadi yang Suka Menolong”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Kejadian 24:1-67 dengan penekanan pada ayat 17-20. Sahabat, Dalam hal mencari jodoh, terlihat jelas bagaimana Tuhan menuntun Eliezer, hamba Abraham menemukan Ribka sebagai jodoh Ishak. Diceritakan bahwa Abraham sudah lanjut usia. Meskipun Sara telah wafat, Abraham masih memiliki tanggung jawab untuk mencarikan istri buat anaknya.
Eliezer adalah pelayan Abraham yang bisa dikatakan sangat senior dan begitu setia sehingga ia dipercaya oleh tuannya untuk mengatur segala hal di rumahnya. Bahkan Eliezer dipercaya oleh Abraham untuk tugas yang teramat penting, yaitu mencarikan jodoh untuk anaknya, yaitu Ishak.
Di satu sisi apa yang Abraham tugaskan ini merupakan suatu penghargaan dan kepercayaan yang luar biasa bagi Eliezer, namun di sisi lain perintah ini menuntut sebuah tanggung jawab yang besar, karena hal ini berdampak dan sangat menentukan bagi kehidupan Ishak di masa depan. Bila salah dalam memilihkan pasangan hidup untuk Ishak, maka akibatnya akan sangat fatal.
Setelah mengikat perjanjian dengan Abraham, pergilah Eliezer ke Aram-Mesopotamia dengan membawa berbagai barang berharga. Sesampai di sana Eliezer merasa lelah, maka berhentilah ia di sebuah sumur di luar kota, di situlah ia melihat beberapa orang perempuan datang untuk menimba air. Eliezer pun berdoa kepada Tuhan dan meminta tanda (Ayat 12-14).
Hari itu Ribka menunjukkan kualitas pribadi yang luar biasa. Dikenal sebagai gadis yang berparas cantik (ayat 16), Ribka juga ternyata memiliki hati yang suka menolong. Kita dapat mengetahui hal itu ketika Eliezer menemuinya untuk meminta sedikit air minum, ternyata Ribka memberikan lebih dari yang diharapkan.
Hamba itu diberinya minum sampai selesai, setelah itu giliran unta-untanya pun diberinya minum lewat air yang ditimba oleh Ribka. Bayangkan betapa repot dan melelahkannya semua itu, terlebih bagi seorang wanita. Namun, Ribka tidak ragu melakukannya karena kegemarannya membantu sesame (ayat 17-20). kebaikan Ribka hari itu yang membuka jalan baginya untuk menjadi istri dari Ishak.
Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, kerjakanlah beberapa tugas berikut ini:
- Sahabat, apa yang engkau pahami tentang pribadi yang suka menolong?
- Mengapa Eliezer berhasil menjalankan apa yang diamanatkan oleh Abraham kepadanya? (Ayat 12-14).
Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” (Amsal 31:10). (pg).