Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh syukur karena kita mempunyai Tuhan, Sang Batu Karang yang teguh. Sahabat, keamanan merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia. Maka ketika kita mencari rumah untuk tempat tinggal, salah satu faktor yang menjadi pertimbangan adalah masalah keamanan.
Sahabat, Mazmur 23 memberikan satu gambaran yang sangat indah dan sangat akrab antara Tuhan dan sang pemazmur, raja Daud. Tuhan sebagai gembalanya dan Daud menempatkan dirinya sebagai domba-Nya. Dari Mazmur 23 kita akan belajar 3 (tiga) hal mengenai apa artinya memiliki hubungan dengan Tuhan sebagai gembala kita. Yang pertama, menikmati kepuasaan. Yang kedua, menikmati keamanan. Yang ketiga, menikmati keyakinan.
Yang pertama sudah saya kupas dalam renungan kemarin, hari ini akan saya ajak untuk mengupas yang kedua, menikmati keamanan. Sahabat, pada ayat 4, Daud berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”
Di ayat ke-4, Daud menggambarkan bayang-bayang maut sebagai suatu lembah kekelaman. Berjalan di lembah di antara dua bukit yang tinggi, ketika sinar matahari tidak bisa masuk ke lembah itu, gelap sekali, di sinilah para perampok siap menunggu. Di sinilah para binatang liar menunggu untuk memangsa domba-dombanya. Sebagai seorang gembala, tidak jarang Daud harus membawa domba-dombanya melewati lembah-lembah seperti itu.
Ketika Daud menulis ayat ini, dia tidak asing dengan perasaan berada di ambang kematian. Mengapa? Karena ia juga seorang raja, ia hidup setiap harinya di bayang-bayang maut. Setiap kali dia maju ke medan peperangan, ia tahu bahwa ada kemungkinan dia kembali tinggal nama.
Sahabat, ada sesuatu yang sangat menarik di ayat 4, walaupun Daud menggambarkan hidupnya di dalam lembah kekelaman, tapi dia tidak takut. Seperti seorang anak kecil yang takut masuk ke lorong yang gelap, anak itu akan merasa aman apabila ayahnya menuntun tangannya. Seperti itu juga kita sebagai anak-anak Tuhan. Daud bisa merasa aman karena tangan Tuhan, gada dan tongkat Tuhan yang menuntun dia, yang memegang dia langkah demi langkah melewati lembah kekelaman. Kita bisa merasa aman karena kita memiliki Tuhan sebagai gembala kita.
Apakah Sahabat merasa aman di dalam Tuhan? Saya tidak tahu masalah apa yang sedang Sahabat alami saat ini, mungkin masalah sakit yang tidak kunjung sembuh, mungkin masalah keluarga, bisnis, pekerjaan, studi, atau lainnya. Banyak hal yang dapat membuat kita takut, bimbang, dan ragu. Di masa pandemi Covid-19, semua serba tidak menentu dan terbatas, rasa gelisah, takut.dan ragu pasti ada.
Ingatlah! Sahabat, ketika kita sedang melewati lembah kekelaman, Daud mengingatkan kita bahwa kita memiliki Tuhan yang akan selalu beserta kita. Tuhan tidak berjanji untuk melenyapkan bahaya itu. Tuhan tidak berjanji untuk meniadakan lembah kekelaman. Tetapi Tuhan berjanji akan beserta dengan kita, berjalan bersama kita untuk melewati lembah kekelaman. Perasaan aman ini datang karena kita memiliki gembala yang baik yang tidak akan meninggalkan domba-domba-Nya. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita merasa aman. (pg)
Leave a Reply