Mengalahkan KETAKUTAN

Selamat jumpa para Pengikut Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh percaya akan perlindungan dan pertolongan Allah. Sahabat, pada saat saya sedang menulis renungan ini, hujan deras sedang turun. Jujur, saya merasa takut. Saya takut kalau hujan deras ini berlangsung lama pada hari ini, maka akan semakin banyak daerah yang akan dilanda banjir.

Sahabat, punya rasa takut adalah hal yang manusiawi dan wajar, tetapi jika kita terus hidup dalam ketakutan setiap hari adalah tidak wajar, apalagi bagi kita orang percaya.  Ketakutan yang terus dipelihara akan berdampak sangat buruk bagi diri sendiri, “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”  (Ayub 3:25-26). 

Daud mengalami ketakutan yang luar biasa ketika orang-orang Filistin menangkap dia di Gat.  Pengalaman tersebut ditulis oleh Daud dalam Mazmur 56:1-14. Daud menjadi sangat ketakutan sehingga meminta hikmat kepada Tuhan.  Satu-satunya cara agar ia dapat melepaskan diri dari raja Filistin adalah dengan berpura-pura menjadi gila,  “Sebab itu ia  (Daud)  berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan air liurnya meleleh hingga ke janggutnya.” (1 Samuel 21:13) 

Daud sangat berhasil memerankan sebagai orang gila. Berikut reaksi raja Filistin ketika melihat Daud,  “Tidakkah kamu lihat, bahwa orang itu gila?  Mengapa kamu membawa dia kepadaku?  Kekurangan orang gilakah aku, maka kamu bawa orang ini kepadaku supaya ia menunjukkan gilanya dekat aku?  Patutkah orang yang demikian masuk ke rumahku?”  (1 Samuel 21:14-15).     

Siapa pun orangnya pasti pernah mengalami rasa takut ketika menghadapi permasalahan yang berat.  Tak terkecuali Daud, meski ia dikenal sebagai seorang pemberani. Dialah satu-satunya orang  yang berani menghadapi raksasa Goliat dan mengalahkannya. 

Sahabat, jika kita memperhatikan Mazmur 56, begitu berat pergumulan yang dihadapi Daud saat itu,   “… orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!  Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.  Sepanjang hari mereka mengacukan perkaraku;  mereka senantiasa bermaksud jahat terhadapku.  Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.”  (ayat 2, 3, 6, 7).

Mungkin Daud berpikir bahwa saat itu ia akan mati dan tidak punya pengharapan lagi.  Namun ternyata ia luput dari kematian dan terbebaskan.  Itu semua karena campur tangan Tuhan.  Daud pun membuat suatu miktam, yaitu nyanyian berulang-ulang untuk menguatkan hatinya yang dapat kita baca di Mazmur 56.

Ingatlah! Tuhan kita adalah Allah yang besar, jauh melebih semua masalah yang ada. Terkadang pikiran kita sendirilah yang mengecilkan dan meragukan Tuhan. Daud pun menjadi kuat ketika dia percaya kepada Allah, sehingga akhirnya dia dapat berkata,  “kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.  Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”  (ayat 5). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menguatkan kita. (pg).

Comments

One response to “Mengalahkan KETAKUTAN”

  1. Kristianti Kartika Widjaja Avatar
    Kristianti Kartika Widjaja

    Shalom….Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus
    Salam sehat , penuh sukacita dalam Kristus
    Haleluya …..Puji Tuhan …??, Kabar baik semuanya.
    Tuhan sdh lindungi istirahat malam kita dan oleh anugerah-Nya kita masih bisa menikmati sebagian dari Firman Tuhan yg menjadi asupan rohani kita.
    Trm ksh utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg menjadi Rhema utk kita supaya kita tetap setia dg iman percaya kita kpd Tuhan seperti yg dialami oleh Daud ketika dia mengalami rasa takut yg luar biasa.
    Buarlah kita selalu berharap kepada-Nya , karena kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada masalah yg kita hadapi… Immanuel.
    Tuhan Yesus Memberkati kita…..Tuhan pasti buka jalan utk semua masalah kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *