KESETIAAN SEJATI PENGIKUT KRISTUS : JALAN KEHIDUPAN

KESETIAAN SEJATI PENGIKUT KRISTUS : JALAN KEHIDUPAN

Benson Idahosa dikenal sebagai pelopor Gerakan Pentakosta di Afrika Barat, yang membakar jiwa dengan kuasa Roh Kudus. Ia mendirikan Church of God Mission International yang bertumbuh melampaui batas negeri. Kebaktian Kebangunan Rohani besar diadakan lintas benua dan membawa pertobatan massal. Dengan berani Benson menentang okultisme dan tradisi gelap, bahkan mendirikan Universitas Kristen di Afrika Barat untuk menghasilkan pemimpin berintegritas. Banyak hamba Tuhan yang dibimbingnya menjadi pemimpin berpengaruh di lingkungannya. Hati Benson pun berpaut erat pada kaum miskin, yatim, dan yang terpinggirkan. Pilihan hidupnya menjadi saksi nyata Firman Tuhan yang menuntun pada pertumbuhan kehidupan.

Ulangan 30:19 menegaskan bahwa “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”.  Ayat ini mengatakan bahwa hidup itu rangkaian pilihan yang menentukan arah kekekalan. Allah tidak pernah memaksa melainkan mengundang untuk memilih kehidupan yang sejati di dalam-Nya. Kehidupan bukan sekadar keberadaan jasmani melainkan berkat rohani yang memancar dalam ketaatan. Jika manusia menolak Firman Tuhan maka ia akan menempuh jalan kematian rohani. Pilihan ini tidak hanya berdampak pada diri sendiri namun  juga berdampak pada generasi berikut. Memilih Kristus berarti menaruh dasar kehidupan yang tidak tergoncangkan selamanya.

Seperti Idahosa yang  menunjukkan bahwa jalan iman menuntut keberpihakan yang jelas. Berani memilih berpihak pada Kristus meski harus melawan derasnya arus kehidupan duniawi adalah pilihan yang tegas. Kita juga ditantang menolak kenyamanan semu dan menegakkan Firman Tuhan sebagai jalan hidup yang kita pilih dengan segala konsekuensinya.   Kesetiaan sejati lahir dari keberanian untuk memilih jalan kehidupan, meski harus berjalan melawan arus dunia.(sTy).

Renungan Lainnya