MENJADI PEMENANG

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh persahabatan. Saudara, perjalanan hidup kita digambarkan oleh Rasul Paulus sebagai seorang atlet yang ada di arena pertandingan. Kita harus keluar sebagai pemenang. Untuk keluar sebagai pemenang, itu berarti kita harus bersedia berjalan di mil kedua. Kita harus mau berjalan lebih jauh, kerja lebih keras, dan berkorban lebih dibandingkan dengan lainnya.

Saudara, sesungguhnya seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal atau orang yang sempurna, tanpa cela atau juga orang yang tidak pernah punya persoalan dalam hidupnya.  Seorang pemenang adalah orang yang pernah gagal tapi mau bangkit dan berusaha sampai ia meraih kemenangan. 

Seorang pemenang adalah orang yang penuh ketekunan dan kesabaran melewati setiap ujian dan persoalan hidupnya tanpa keluh kesah dan persungutan, hingga ia memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan.  Setiap anak Tuhan dirancang bukan untuk menjadi pecundang.  Tetapi Rasul Paulus menegaskan bahwa setiap orang percaya diciptakan dan dirancang Tuhan dengan potensi untuk menjadi pemenang,  “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”  (Roma 8:37).

Berbicara soal kemenangan dalam hidup ini menyangkut pula tentang proses yang harus kita dijalani.  Proses yang dimaksud meliputi perjuangan, kesabaran, ketekunan, peperangan dan sebagainya.  Kita bisa belajar dari perjalanan hidup Yusuf.  Ketika ia memperoleh mimpi dari Tuhan, apakah mimpinya itu langsung menjadi kenyataan? 

Tentu tidak.  Bahkan Yusuf harus mengalami proses yang begitu panjang dan berat, yang sepertinya sangat bertolak belakang dengan mimpinya itu.  Namun ia tetap tekun, sabar dan senantiasa mengarahkan pandangannya hanya kepada Tuhan. 

Saudara, kemenangan itu ada di tangan Tuhan, “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan”  (Amsal 21:31). Karena itu kegagalan-kegagalan di masa lalu tidak menjadi ukuran bahwa seseorang akan gagal seterusnya.

Karena itu milikilah sikap hati yang benar sehingga di segala keadaan kita tetap bisa mengucap syukur dan senantiasa berpikiran positif.  Jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi belajarlah untuk selalu mengoreksi diri!  Tetaplah bertekun di dalam Tuhan karena kemenangan orang percaya ada di dalam Dia sepenuhnya.  Katakan dalam hati Saudara masing-masing,  “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Ingatlah! Kemenangan gemilang masih selalu mungkin diperoleh bagi orang yang menolak untuk berhenti berjuang. Zig Ziglar (Motivator asal Amerika) berkata, “Saudara dilahirkan untuk menang, tetapi untuk menjadi pemenang, saudara harus merencanakan, menyiapkan dan mengharapkan untuk menang”. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Christmas. (pg)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *