
Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu berasal dari Minahasa. Ia merupakan sosok nasionalis yang menyalakan semangat kemerdekaan dari tanah perantauan melalui Perhimpunan Indonesia dan Sumpah Pemuda, memperjuangkan ekonomi rakyat dengan menguatkan koperasi kopra, mendirikan organisasi Persatuan Indonesia dan koran Menara Merdeka untuk suara pro-Republik. Di parlemen Negara Indonesia Timur (NIT), ia menegaskan persatuan dengan Republik Indonesia, menentang dominasi Belanda. Sebagai Menteri Penerangan dan Rektor Universitas Hasanuddin, Arnold Mononutu memperluas pendidikan, meningkatkan jumlah mahasiswa, dan meneguhkan identitas bangsa. Hidupnya menjadi saksi perjuangan nyata yang menginspirasi generasi untuk terus melanjutkan kemerdekaan dengan iman, keberanian, dan integritas.
Dalam Ibrani 12: 1a, Rasul Paulus mengatakan, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita…”. Ayat ini mmenyingkapkan rahasia rohani yang jarang dipahami yaitu bahwa saksi-saksi iman bukanlah sekadar penonton pasif, melainkan bukti hidup bahwa janji Allah tidak gagal. Mereka itu awan yang mengelilingi, menghadirkan atmosfer iman yang menuntut kita menanggalkan beban tersembunyi, baik itu ambisi pribadi, kompromi moral, atau ketakutan yang membelenggu. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi undangan untuk berlari dalam perlombaan rohani dengan fokus kepada Kristus. Merdeka berarti tidak lagi diperbudak oleh dosa, melainkan berani melanjutkan perjuangan dengan iman yang murni dan langkah yang teguh.
Seperti Arnold Mononutu yang menjadi saksi awan, menghadirkan jejak iman yang abadi, menyalakan keberanian, meneguhkan generasi, dan melanjutkan kemerdekaan dengan langkah murni di hadapan Kristus. Hidup di bawah pantauan ‘saksi awan’ dibutuhkan hati setia dan iman teguh dalam membela yang terabaikan.”.(sTy)