MENGGENGGAM IMAN DI TENGAH KEFANAAN
Maksimus Pengaku Iman (580-662 M), dikenal karena keteguhannya mempertahankan kebenaran iman melawan ajaran monotelitisme (ajaran yang menyatakan bahwa Yesus Kristus -dalam satu pribadi-Nya yang terdiri dari dua kodrat : keilahian dan kemanusiaan- hanya memiliki satu kehendak ilahi). Monotelisme dinyatakan sesat oleh gereja pada abad ke-6. Maksimus disiksa secara fisik namun imannya tidak tergoyahkan. Dalam penderitaannya, …
