MENGGENGGAM IMAN DI TENGAH KEFANAAN

  Maksimus Pengaku Iman (580-662 M), dikenal karena keteguhannya mempertahankan kebenaran iman melawan ajaran monotelitisme (ajaran yang menyatakan bahwa Yesus Kristus -dalam satu pribadi-Nya yang terdiri dari dua kodrat : keilahian dan kemanusiaan- hanya memiliki satu kehendak ilahi). Monotelisme dinyatakan sesat oleh gereja pada abad ke-6.  Maksimus disiksa secara fisik namun imannya tidak tergoyahkan. Dalam penderitaannya, …

API YANG MENYALA DALAM SENYAP

  Dagobert Dagger (1883–1945) adalah seorang misionaris Jerman yang melayani di Tiongkok.  Ia dikenal karena kesetiaannya yang diam dan tangguh di tengah tekanan besar dalam pelayanannya. Saat penganiayaan kepada para misionaris meningkat, Dagger menolak melarikan diri dan memilih tinggal bersama jemaat yang miskin dan tertindas. Ia tidak berteriak tentang imannya, tetapi membiarkan kasih Kristus membakar …

DILAYAKKAN UNTUK MENERIMA KASIH ILAHI

  Seorang pria Siria bernama Ishak dari Niniwe, dikenal karena kesetiaan dan pengabdiannya kepada komunitasnya. Ia hidup pada abad pertama, berperan sebagai penasihat dan pemimpin rohani di kota Niniwe. Selama hidupnya, Ishak menghadapi bencana alam dan konflik sosial yang melanda wilayahnya. Ia tetap setia dalam doa dan pelayanan, membimbing orang-orang di sekitarnya untuk bertahan dan …