TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:MAHKOTA KEBENARAN

Cuthbert dari Lindisfarne dikenal sebagai biarawan dan uskup suci dari abad ketujuh.  Ia awalnya hidup dalam kemudahan namun ia rela meninggalkan kenyamanan jabatan demi melayani jiwa-jiwa di pelosok Inggris Utara. Ketekunannya dalam pelayanan dan kasihnya kepada orang miskin menjadikannya dihormati bahkan setelah wafatnya. Dalam kesunyian biara maupun badai pelayanan, Cuthbert tetap berpegang teguh pada iman, …

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:FAJAR KEMENANGAN

Aidan dari Lindisfarne adalah seorang biarawan asal Iona pada abad ketujuh yang diutus untuk membawa terang Injil ke Northumbria, Inggris. Dengan kelembutan dan keteguhan, ia mengajarkan kasih Kristus dalam kemudahan dan doa. Di bawah bimbingannya, pulau Lindisfarne menjadi pusat spiritual yang menyalakan api kebangunan di tanah Inggris Utara. Aidan tidak mencari kekuasaan, melainkan menyerahkan hidupnya …

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:MATA YANG MEMANDANG

Gallus dari Swiss merupakan murid Columbanus, biarawan Inggris yang hidup pada abad ketujuh.  Gallus dikenal sebagai pertapa yang membangun biara di tepi Sungai Steinach.  Di kesunyian pegunungan, ia berdoa dan melayani para pengembara yang tersesat di daerah itu. Ketika wabah melanda daerah sekitar Sungai Steinach sehingga menimbulkan  ketakutan masyarakat, Gallus bahkan tidak meninggalkan tempatnya melainkan …

TEGUH BERSERAH, PANTANG MENYERAH:BERTEKUN DALAM KEYAKINAN

Columbanus dari Selvia (543–615) adalah seorang biarawan Irlandia yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk mewartakan Injil ke tanah-tanah asing di Eropa. Dalam kerasnya perjalanan ia dihadapkan pada penolakan, penolakan, bahkan ancaman politik karena keberaniannya menegur dosa para penguasa. Namun dalam penderitaan itu, imannya tak pernah pudar. Ia menulis surat-surat yang menegaskan kesetiaan pada kebenaran Injil dan …

TEGUH BERSERAH PANTANG MENYERAH : TETAP BERTAHAN

Justinus Martir adalah seorang filsuf Yunani yang kemudian menjadi pengikut Kristus.  Ia hidup pada abad kedua dan menjadi Kristen ketika Kekaisaran Romawi gencar menindas orang Kristen. Ia pernah mencari kebenaran melalui berbagai aliran filsafat namun ia hanya menemukan kepenuhan kebenaran dalam Kristus. Saat itu siapapun yang beriman kepada Kristus dianggap sebagai penjahat namun Justinus tetap …