BELAS KASIH ALLAH SEBAGAI DETAK JANTUNG GEREJA : MAHKOTA KEMULIAAN

Allan Aubrey Boesak adalah seorang  pendeta Gereja Reformasi di Afrika Selatan, teolog, dan aktivis politik yang menonjol dalam perjuangan melawan apartheid. Ia mengkhotbahkan keadilan sosial dan menentang rasisme yang merendahkan martabat manusia. Dari mimbar, ia menyuarakan belas kasih Kristus bagi kaum tertindas. Dalam kepemimpinannya di World Alliance of Reformed Churches, ia membangun jaringan gereja global …

BELAS KASIH ALLAH ADALAH DETAK JANTUNG GEREJA :  SUKACITA SABAT

Kwame Bediako,  seorang teolog Ghana yang visioner,  telah menghadirkan suara baru bagi gereja Afrika melalui teologi kontekstual yang berakar pada budaya lokal. Ia menegaskan bahwa iman Kristen tidak harus terikat pada pola pikir barat melainkan dapat bertumbuh dalam tanah Afrika tanpa kehilangan kemurniannya. Sebagai rektor Akrofi-Christaller Institute,  ia membimbing generasi pemimpin rohani dan akademisi. Karyanya: …

BELAS KASIH ALLAH ADALAH DETAK JANTUNG GEREJA :  KERAJAAN TAK TERGUNCANG

Pemimpin AEAM (Association of Evangelicals of Africa and Madagascar) yang bernama Byang Henry Kato (1936–1975) adalah seorang teolog injili asal Nigeria dikenal  sangat menjaga kemurnian Injil.  Ia menulis buku: Theological Pitfalls in Africa (Jebakan-Jebakan Teologis di Afrika). Meski Kato wafat dalam usia muda namun pelayanannya menyala dengan api Injil. Ia meneguhkan fondasi teologi injili yang …

BELAS KASIH ALLAH SEBAGAI DETAK JANTUNG GEREJA :  TERANGKAT LENYAP

Teolog asal Kenya yang bernama John Samuel Mbiti dijuluki Bapak Teologi Afrika Modern. karena menghubungkan iman Kristen dengan budaya Afrika. Ia menulis gagasannya melalui karya tulis: African Religions and Philosophy yang membuka wawasan dunia tentang kekayaan iman Afrika.  Sebagai pendeta dan profesor, pemikiran John Mbiti menekankan bahwa Injil harus berakar dalam budaya, bukan sekadar salinan …

BELAS KASIH ALLAH SEBAGAI DETAK JANTUNG GEREJA:  DILIMPAHI KASIH SETIA

Seorang pastur dan aktivis Hak Asasi Manusia asal Inggris yang bekerja di Afrika Selatan bernama Cosmas Desmond, berjuang menentang apartheid karena iman Kristus dan keberpihakan pada tertindas. Ia memilih hidup sederhana di tengah rakyat miskin. Melalui karyanya The Discarded People, ia   menyingkap pengusiran paksa penduduk kulit hitam dari kota “putih” ke tanah terpencil bantustans atau …