+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

DARI LEMBAH PENDERITAAN,TUHAN MERENGKUH DENGAN KEKUATAN

DARI LEMBAH PENDERITAAN,TUHAN MERENGKUH DENGAN KEKUATAN

Seorang pendeta yang berasal dari Rumania bernama Richard Wurmbrand, pernah mengalami siksaan yang luar biasa di penjara komunis karena imannya kepada Kristus. Selama 14 tahun di penjara, ia disiksa secara fisik dan mental, dikurung dalam sel bawah tanah, dan diisolasi dari dunia luar. Namun di tengah kegelapan dan penderitaan itu, ia tetap berpegang pada Tuhan.  Dalam salah satu kesaksiannya, Wurmbrand berkata, “Aku telah melihat para tahanan Kristen dengan tubuh yang penuh luka tersenyum dan berkata, ‘Yesusku, aku mencintai-Mu.’” Bagi Wurmbrand, penderitaan bukanlah bukti ketidakhadiran Tuhan, tetapi justru tempat di mana kasih dan kekuatan-Nya semakin nyata.

Paulus dalam 2 Korintus 1:3-4 menuliskan, “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,   Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,  yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami , sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”.  Melalui ayat ini Paulus mengingatkan bahwa penderitaan tidak selalu dapat dihindarkan dari hidup orang percaya, tetapi Tuhan merengkuh kita dengan kekuatan-Nya saat kita berada dalam penderitaan itu. Terlebih lagi penderitaan yang kita alami juga dapat menjadi kesaksian bagi orang lain yang mengalami hal serupa.

Seperti Wurmbrand yang tetap setia di tengah siksaan, kita pun dipanggil untuk tetap percaya bahwa Tuhan hadir dalam setiap lembah penderitaan kita. Penghiburan yang kita terima dari-Nya bukan hanya ditujukan untuk diri kita tetapi juga dipakai untuk membangkitkan pengharapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.  Penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan menjauh dari kita tetapi merupakan kesempatan untuk mengalami kasih dan kekuatan-Nya secara nyata dalam kehidupan kita. Tuhan tidak selalu membebaskan umat-Nya dari penderitaan, tetapi Dia berjanji untuk menyertai kita melewatinya.  Sebuah kalimat bijak mengatakan,”wong kang sabar lan setya marang Gusti, bakal weruh pepadhang sanajan ing tengahing pepeteng.”  (orang yang sabar dan setia kepada Tuhan akan melihat terang meskipun di tengah kegelapan). (sTy)

Leave a Reply