+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

DARI LEMBAH GODAAN, TUHAN MERENGKUH DENGAN PENGAMPUNAN

DARI LEMBAH GODAAN, TUHAN MERENGKUH DENGAN PENGAMPUNAN

Aurelius Agustinus dari Hippo adalah seorang yang pernah jatuh dalam lembah godaan dunia yang begitu dalam  tetapi kemudian direngkuh oleh anugerah Tuhan. Hidupnya dulu penuh dengan pencarian kesenangan duniawi dan pemikiran yang jauh dari iman, tetapi doa ibunya yang tak putus dan kegigihan Agustinus mencari kebenaran pada akhirnya membawanya kepada Tuhan. Dalam pergumulannya, ia membaca surat Roma 13:13-14 yang menyentuh hatinya, “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang, dan janganlah merawat tubuh untuk memuaskan  keinginannya.”   Ayat ini membuat Agustinus bertobat dan pada akhirnya Agustinus menjadi salah satu Bapa Gereja yang paling berpengaruh dalam sejarah.

Amsal 7:21  menggambarkan godaan seperti ini , “Ia membujuknya dengan banyak rayuan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.”.  Penulis Amsal mengatakan bahwa godaan sering datang dengan bujuk rayu yang manis, menjebak banyak orang dalam keputusan yang berujung pada kehancuran. Godaan bisa berupa harta, kekuasaan, atau kenikmatan sesaat yang tampaknya menggiurkan tetapi membawa penyesalan. Namun, dalam setiap lembah kegelapan, Tuhan tetap setia untuk menanti dan merengkuh kita dengan pengampunan-Nya.   Ketika kita terjatuh dalam dosa, sering kali kita merasa tidak layak untuk kembali kepada Tuhan. Namun, kasih-Nya lebih besar dari kesalahan kita. Sebagaimana Tuhan mengubahkan Agustinus dari Hippo dari seorang pemikir duniawi menjadi hamba-Nya yang setia, demikian pula Dia sanggup menarik kita keluar dari keterpurukan menuju hidup yang penuh makna.

Marilah kita belajar untuk mengenali godaan yang bersembunyi dalam keseharian kita dan bersandar kepada Tuhan agar kita tidak terjerat dalam jebakannya. Bila kita telah jatuh, janganlah berdiam dalam rasa bersalah, tetapi beranilah datang kepada Tuhan yang selalu membuka tangan-Nya untuk menerima kita kembali.  Ketika kita jatuh dalam dosa, janganlah bersembunyi dalam rasa malu, tetapi larilah kepada Tuhan yang selalu siap mengampuni dan mengangkat kita kembali.  Ingatlah :

Sepandai-pandainya tupai melompat,

akhirnya terjatuh juga;

sekuat apapun dosa menjerat,

Tuhanlah yang sanggup melepaskannya. (sTy)

Leave a Reply