INSCRIPTION STONE
PRASASTI. Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta, dengan arti sebenarnya adalah “pujian”. Namun kemudian dianggap sebagai “piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan. Di kalangan arkeolog prasasti disebut inskripsi, sementara di kalangan orang awam disebut batu bertulis atau batu bersurat. Meskipun berarti “pujian”, tidak semua prasasti mengandung puji-pujian (kepada raja).
Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajari tentang prasasti disebut Epigrafi.
Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Yosua dengan topik: “INSCRIPTION STONE (BATU PERINGATAN)”. Bacaan Sabda diambil dari Yosua 4:1- 24 dengan penekanan pada ayat 7. Sahabat, Allah memerintahkan agar Yosua memilih dua belas orang sebagai perwakilan dari suku Israel. Mereka ditugasi untuk mengangkat dua belas batu dari sungai Yordan (Ayat 1-3).Batu-batu itu adalah tanda peringatan perbuatan besar Tuhan tatkala Dia membelah sungai Yordan. Perbuatan ajaib itu membuat bangsa Israel dapat menyeberang (Ayat 7).
Tampaknya, pembaca pertama Kitab Yosua masih dapat melihat batu-batu itu (Ayat 9). Sepanjang bacaan pada hari ini, ada sebuah penegasan agar tetap mengingat sejarah. Jika anak-anak Israel bertanya apa arti batu itu, orang Israel harus menjawabnya. Mereka harus menuturkan tentang keajaiban perbuatan Tuhan itu (Ayat 6, 21).
Jadi jelaslah bahwa oleh karena campur tangan Tuhan semata, Yosua dan umat Israel dapat menyeberangi sungai Yordan. Padahal, aliran sungai Yordan itu sangat deras dan tidak mungkin untuk diseberangi. Itulah sebabnya sungai ini menjadi tempat perlindungan yang paling aman bagi bangsa-bangsa di sekitar Kanaan dari serangan musuh, karena mereka yakin bahwa musuh tidak akan mungkin bisa melewati sungai yang deras ini.
Namun Yosua menceritakan bahwa ketika kaki para imam pembawa tabut perjanjian menyentuh air sungai Yordan, secara ajaib sungai itu terbelah menjadi dua dan bangsa Israel pun melintasi dasar sungai yang menjadi kering itu (Yosua 3:17). Bangsa Israel mengalami mukjizat luar biasa di sungai Yordan karena mereka mau taat melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan (Yosua 3:3-5)!
Peristiwa menyeberangi sungai Yordan adalah suatu peristiwa besar bagi bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua. Suatu bukti nyata bahwa Allah bangsa Israel adalah Allah yang hidup dan penuh kuasa! Hal tersebut semakin menguatkan iman bangsa Israel. Karena itu, “… Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! – sebab Tuhan, Allahmu …” (Ayat 21-23).
Bangsa Israel mengalami mukjizat Tuhan yang luar biasa karena mereka mau taat dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan (Yosua 3:3-5). Bukan karena kuat dan gagah mereka tetapi semata-mata karena tangan Tuhan yang kuat dan perkasa yang menolong dan menopang mereka.
Lakukan semua perintah-perintah-Nya dengan taat, maka mukjizat pasti akan kita alami.Kalau dahulu kita pernah mengalami mukjizat atau pertolongan Allah, kita harus ingat dan jangan lupakan itu semua. Jadikan prasasti yang bisa menguatkan iman kita dan lakukan semua perintah-perintah-Nya dengan taat, maka mukjizat pasti akan kita alami kembali. Haleluya! Tuhan itu baik.
Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:
- Pesan apa yang Sahabat peroleh dari perenunganmu pada hari ini?
- Apa yang Sahabat pahami dari ayat 21-23?
Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Bukan karena kita kuat dan gagah, kita menjadi berhasil, tapi semata-mata tangan Tuhan yang kuat dan perkasa yang menopang! (pg).