TUHAN SANG PENOLONG
Sahabat, dalam tradisi masyarakat kuno, lazim bahwa seorang pahlawan didewa-dewakan dan dipuja-puja. Semua rakyat harus datang kepadanya dan berlindung di bawah naungannya. Ia dijadikan sebagai pelindung dan kubu pertahanan. Hal tersebut terlihat saat Daud berhasil mengalahkan bangsa Filistin. Ketika Daud masuk kota ia disambut dengan tari-tarian, diagung-agungkan dan dipuja-puja.
Dalam Zaman Now tradisi seperti tersebut di atas masih berlaku. Orang-orang masih menjadikan pembesar-pembesar sebagai tumpuan utama. Di saat ini hal dewa-mendewakan seseorang bisa saja masih terjadi. Bisa terhadap para pemimpin atau pahlawan. Bisa pula kepada mereka yang kaya raya atau kepada mereka yang dianggap sakti, memiliki kekuatan magis.
Sahabat, kita sebagai komunitas orang percaya hendaklah memberlakukan bahwa hanya Tuhan yang patut dipuja dan diagungkan. Jangan mendewakan manusia melainkan puji dan sembahlah Tuhan sebab hanya Dialah penolong sejati. Hanya Tuhan yang dapat menjadi penolong yang tak terbatas. Ingatlah selalu: Tuhan Sang Penolong.
Untuk dapat lebih memahami topik tentang: “TUHAN SANG PENOLONG”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 98:1-9. Sahabat, Pemazmur percaya bahwa tiada illah mana pun yang lebih besar daripada Tuhan Israel. Ia telah membebaskan umat-Nya dari pembuangan di Babel, menyatukan kaum sisa yang tercerai-berai, dan membawa mereka kembali ke Tanah Perjanjian.
Itu sebabnya Pemazmur mengundang bangsanya menaikkan nyanyian baru kepada Tuhan mereka (ayat 1, 4-5). Dengan keperkasaan-Nya, Ia membawa umat-Nya membangun negeri mereka dan sekaligus Ia mencurahkan murka-Nya atas bangsa-bangsa yang bergembira di atas penderitaan Israel (ayat 2).
Penghukuman Tuhan terhadap bangsa-bangsa menggambarkan Tuhan tidak lupa akan ikatan perjanjian-Nya dengan leluhur mereka. Tuhan memulihkan nama baik dan derajat bangsa Israel di antara bangsa-bangsa dunia (ayat 3). Karena itu, Pemazmur mengajak orang-orang Israel meniup sangkakala bagi Tuhan Israel yang adalah Raja di atas segala raja (ayat 6).
Luapan sukacita yang tidak terlukiskan dengan kata-kata membuat Pemazmur mengajak alam ikut bergembira bersamanya (ayat 7-8). Sebab mereka memiliki Tuhan yang tidak melupakan umat-Nya. Dengan keadilan dan kebenaran, Ia bukan hanya membuat dunia menderita tetapi juga membawa keselamatan bagi bangsa-bangsa (ayat 9). Hal itu dilakukan Tuhan agar mereka mengetahui bahwa Dialah Tuhan Pencipta langit dan bumi (bdk. Yesaya 45:5-8).
Sahabat, seberapa besar pun masalah yang sedang kita hadapi, kita harus percaya bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahakuasa, yang sanggup menolong dan memulihkan kita, karena tidak ada yang terlalu sukar bagi-Nya. Tuhan dapat menciptakan dan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini, karena itu bergantunglah penuh pada Tuhan Sang Penolong.
Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:
- Mengapa Pemazmur mengajak bangsa Israel untuk memuji, bermazmur, dan mengagungkan Tuhan? (Ayat 1-3)
- Saya yakin Sahabat sudah banyak menikmati kebaikan dan pertolongan Tuhan, lalu apa yang menjadi responsmu?
Selamat sejenak merenung. Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita. (pg)