FAKTA yang TERLUPAKAN
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh hikmat. Sahabat, masih ada cukup banyak diantara kita yang menjalani hidupnya dengan asal hidup. Belum menyadari adanya beberapa fakta dalam kehidupan ini. Fakta berbicara bahwa kadang kesempatan itu hanya datang sekali. Orang meninggal itu tidak mesti karena sakit. Musibah dan bencana datangnya tanpa permisi. Manusia itu serba terbatas, hanya Allah yang tidak terbatas.
Sahabat, kita harus memerhatikan hidup kita dengan saksama. Sebenarnya ada cukup banyak fakta dalam kehidupan ini yang seringkali tidak kita sadari atau mungkin sengaja kita abaikan, sehingga dalam menjalani hidup ini kita berlaku kurang bijak. Rasul Paulus menasihati, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kita hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif (Efesus 5:15).
Sesungguhnya ada beberapa fakta yang perlu kita sadari : Hidup ini sangatlah singkat (Mazmur 90:3-6), hidup manusia di dunia dibatasi oleh usia (Mazmur 90:10), dan hanya sekali saja (Pengkhotbah 9:5).
Sahabat, fakta penting lain yang harus selalu kita sadari adalah kita datang ke dunia ini tidak membawa suatu apa pun, begitu pula kelak ketika kita pergi meninggalkan dunia ini, kita pun akan pergi dengan tangan kosong. Ayub menyadari fakta ini, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21).
Rasul Paulus melalui Timotius mengingatkan kita akan satu fakta, “… agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.” (1 Timotius 6:17-19).
Sahabat, menyadari fakta bahwa kita datang dan pergi dengan tangan kosong akan membantu kita menjalani hidup dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, bukan kepada harta kekayaan. Sedangkan kesadaran bahwa harta kekayaan adalah fana akan membebaskan kita dari keserakahan. Kita tidak perlu dengan serakah mencari dan mengejar harta kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja. Paulus menyatakan bahwa orang yang serakah tidak akan mendapat tempat di dalam kerajaan surga (Efesus 5:5).
Ingatlah! Kita datang ke dunia tidak membawa apa-apa. Sedangkan kita meninggalkan dunia justru akan membawa apa yang telah kita bagikan, bukan apa yang telah kita dapatkan. Karena itu jangan sampai kita menjadi orang yang serakah. Dahlan Iksan (Politikus dan penulis asal Indonesia) berkata, “Dunia ini cukup untuk menampung apapun, namun tidak cukup menampung orang yang tamak dan serakah.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Merry Chritmas and Happy New Year. (pg)