Siapa TEMAN ANDA?
Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh persahabatan. Semoga hari ini kita masih punya teman yang bisa diajak untuk tersenyum. Ternyata untuk tersenyum saja kita membutuhkan orang lain. Sangat berbahaya kalau kita sering senyum-senyum sendiri. Sesungguhnya di dalam hidup ini, kita butuh kehadiran orang lain.
Saudara, setiap manusia membutuhkan kehadiran orang lain, karena kita tidak mungkin bisa hidup seorang diri saja. Sekali pun ia orang yang kaya, atau orang yang genius, atau orang yang berkuasa, tetap saja ia membutuhkan kehadiran orang lain di dalam hidupnya untuk hidupnya. Apalagi di zaman now, kita tidak mungkin bekerja sendirian, kita butuh berjejaring. Kehadiran orang lain, teman atau sahabat sangatlah perlu dan sangat dibutuhkan. Itulah sebabnya manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Joel Osteen (Pendeta dan penulis asal Amerika), berkata, “Saudara tidak dapat memiliki hidup yang positif jika saudara bergaul dengan orang-orang yang negatif.” Maka sebagai orang percaya kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam membangun hubungan dengan orang lain. Kita diingatkan untuk berlaku bijak dalam memilih dengan siapa kita membangun suatu hubungan pertemanan. Rasul Paulus mengingatkan, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33).
Saudara, suatu saat Yehu menegur raja Yosafat karena ia telah menjalin hubungan dengan orang-orang yang berlaku fasik, yaitu orang-orang yang tidak mengindahkan kebenaran, menganggap remeh perintah Tuhan, yang suka sekali melakukan kejahatan dan berhati busuk. “Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: ‘Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.'” (2 Tawarikh 19:2). Yehu mengingatkan Yosafat agar segera mengakhiri hubungan terlarang itu, karena bila dibiarkan berlarut-larut akan berakibat fatal bagi dirinya dan kerajaan yang dipimpinnya. Salomo mengingatkan kita, “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” ( Amsal 13:20)
Dengan siapa kita bergaul akan memengaruhi ke mana arah perjalanan hidup kita!Berawal dari membangun pertemanan yang sembrono, ada cukup banyak orang akhirnya terjerumus ke dalam pergaulan bebas, terjerumus ke dalam prostitusi, terjerumus ke dalam perdagangan dan pemakaian narkoba, terlibat dalam penipuan dan tindak kejahatan lainnya. Berhati-hatilah! Apalagi di zaman yang serba canggih, serba cepat, dan serba mudah, membangun hubungan pertemanan bisa dilakukan dengan amat mudah melalui berbagai media sosial, tanpa kita mengetahui siapa orang itu sesungguhnya, latar belakang hidupnya seperti apa, dan sebagainya. Perhatikan nasihat orang bijak berikut, “Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang hanya akan mengangkat Anda lebih tinggi.”
Ingatlah! Kelakuan kita banyak dipengaruhi dengan siapa kita bergaul, karena itu jagalah lingkungan pergaulan sebaik-baiknya. Andrie Wongso (Motivator asal Indonesia) memberi tips, “Pandai membawa diri di setiap pergaulan adalah ilmu hidup yang mutlak dimiliki oleh setiap orang yang mau sukses.” Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Betters days are coming. (pg)