Bahan Baku Terjadinya Mukjizat
Selamat jumpa Para Pendukung Kristus, apa kabar? Kesehatan adalah harta terpenting dari kehidupan, karena segala aktivitas kita hanya bisa dilakukan ketika kondisi tubuh kita sehat. Cara termudah untuk menjaga kebugaran tubuh kita dan mencegah supaya tidak mudah terserang penyakit adalah dengan menjaga pola makan dan pola hidup kita.
Saudara, cukup banyak orang pandangannya hanya terfokus atau tertuju kepada hal-hal yang lahiriah saja. Akibatnya karena hanya memusatkan perhatian terhadap hal-hal yang kelihatan saja, mereka mudah sekali tawar hati. Tawar hati adalah ungkapan yang menyatakan suatu keadaan seseorang yang sedang tidak bersemangat, tak ada kemauan atau motivasi lagi, mudah cemas dan khawatir, tidak lagi antusias, hilang keberanian, dan mudah kecewa.
Mengamati dan merasakan tubuh lahiriahnya semakin merosot, orang menjadi tawar hati. Padahal tubuh jasmani semakin hari semakin merosot adalah fakta yang tak bisa kita hindari dan pungkiri. Bagaimanapun juga semakin bertambahnya usia seseorang, semakin tua, maka fisik pun semakin melemah. Tak ada obat atau cara untuk menghambat menjadi tua atau bertahan agar tetap awet muda. Tidak sedikit orang menjadi stres karena takut menjadi tua, takut fisiknya tidak bagus lagi, karena itu mereka berusaha sedemikian rupa untuk memermak tubuhnya dengan cara oplas sana sini.
Rasul Paulus tidak tawar hati sekalipun tubuh lahiriahnya semakin merosot, “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (2 Korintus 4:16), karena ia sadar bahwa manusia itu berasal dari debu (Kejadian 2:7). Pada saatnya manusia akan kembali kepada debu. “…sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:19).
Hal berikut yang menguatkan Rasul Paulus, sekalipun manusia lahiriahnya merosot, manusia batiniahnya diperbaharui dari hari ke sehari. Ada kebenaran di sini: ada manusia lahiriah dan batiniah; ada yang kelihatan dan tak kelihatan. Manusia lahiriah atau yang kelihatan sifatnya hanya sementara, akan kembali kepada debu. Tetapi manusia batiniah itu kekal dan akan membawa kita bertemu Tuhan.
Alkitab menyatakan bahwa pada saat kedatangan Kristus kelak, orang percaya akan hidup dengan tubuh yang sudah dibangkitkan dan dimuliakan. “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.” (1 Korintus 15:42-44).
Yang kelihatan juga berbicara tentang masalah dan penderitaan hidup yang kita alami. Masalah dan penderitaan seringkali membuat kita mudah tawar hati. Rasul Paulus tidak tawar hati sekalipun ia harus mengalami penderitaan dan masalah yang berat dalam hidupnya (2 Korintus 11:23-28), karena ia percaya akan janji Tuhan, bahwa di balik penderitaan yang kelihatan ini ada sesuatu yang tidak kelihatan, yaitu kemuliaan. “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18). Ingatlah! Di balik masalah ada rencana Tuhan yang indah, karena masalah adalah bahan baku terjadinya mukjizat! GBU & Fam. Better days are coming. (pg)