+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

Harta Karun Terpendam

Harta Karun Terpendam

Bacaan Alkitab: “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu.” (Ulangan 6:6,7a)

Beberapa hari lalu, saya membaca permenungan seorang sahabat dari grup sebelah, pak TAS, dan saya diberkati. Demikianlah kalimat berkatnya: ”Untuk menghadapi sebuah kontes piano, Roy berlatih dengan tekun selama enam bulan. Ternyata perjuangannya belum membuahkan hasil, ia kalah. Namun, hal itu tidak membuatnya kecewa. Karena sebelum mengikuti kontes, Roy memersiapkan diri bukan hanya untuk menerima kemenangan, tetapi juga siap gagal. Kebanyakan orang hanya bicara soal menang, menang dan menang, sehingga tidak siap gagal. Maka ketika kenyataannya gagal, terasa tidak menyakitkan, kegagalan bukan sebuah mimpi buruk”. Itulah sebuah ”Harta Karun Terpendam!” dapat menerima apa adanya dengan penuh rasa syukur tulus ikhlas!

Setelah miliuner J.P. Morgan (pendiri General Electric) meninggal dunia, segenap keluarga berkumpul untuk membuka wasiatnya. Sebagian besar dari mereka mengira  isinya mengenai uang. Namun mereka salah. Berikut petikan wasiatnya: “Saya menyerahkan jiwa saya ke tangan Sang Juru Selamat (Tuhan Yesus Kristus, red). Saya telah ditebus dan disucikan oleh darah-NYA, sehingga DIA akan membawa jiwa saya tanpa cacat cela kepada BAPA SURGAWI. Karena itu saya minta agar anak-anak terus memertahankan dan menjalankan pengajaran mengenai penebusan sempurna oleh darah Kristus yang tercurah; dengan segala tantangan, risiko, maupun pengorbanan pribadi yang menyertainya.”

Kebanyakan orangtua berpikir keras hendak mewariskan sebanyak mungkin uang bagi anak-anaknya. Namun, J.P. Morgan memberi kita pandangan yang berbeda. Sebagai warisan terutama dan termahal, Morgan lebih memilih mewariskan iman kepada Kristus bagi anak-anaknya. Segala bentuk harta benda-sebaik apa pun kita menyimpannya, dapat habis dan lenyap sekejap. Namun, iman kepada Kristus memberi hidup yang takkan layu.

Mari kita mulai mewariskan iman semacam itu kepada anak-anak kita, mulai hari ini, yakni melalui pembicaraan yang berulang-ulang tentang firman Tuhan (Ulangan 6:7). Tentang Kristus yang menanggung hukuman dosa kita di kayu salib, agar kita memiliki hak untuk hidup kekal bersama-Nya. Itulah harta karun terpendam tak ternilai!” Niscaya warisan itu akan menjadi harta paling berharga, kapan pun anak-anak akan membuka surat wasiat kita. Di saat pandemi covid-19 seperti ini, tak tahu kapan kita berpulang, apa yang SUDAH kita wariskan?

Hikmat hari ini: Uang dan harta memang berguna di dunia, namun hanya iman kepada Tuhan Yesus Kristus yang berguna di surga.

Selamat memasuki hari baru hari ini, walau tetap kecil wujud fisik kita, tetapi beriman besar kepada Sang Juruselamat dunia. Jesus Christ bless you (sp).

Leave a Reply