Deprecated: __autoload() is deprecated, use spl_autoload_register() instead in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/phpmailer/PHPMailerAutoload.php on line 45

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226
TUGU MUDA
Logo
images

TUGU MUDA

"Tugu Muda"



     Hari-hari ini pemkot bersama warga kota Semarang sibuk mempersiapkan peringatan hari 'Pertempuran Lima Hari' yang ke-72.

     Pertempuran Lima Hari adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia melawan tentara Jepang di Semarang masa transisi kekuasaan ke Belanda tanggal 15–19 Oktober 1945.

     Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang  mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki Jepang selama tiga tahun. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada 6 dan 9 Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya 17Agustus1945.

     Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan menjebloskannya ke Penjara Bulu. Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda  di Candilama.

     Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir, yang waktu itu adalah satu-satunya sumber mata air di kota Semarang.

      Dr. Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, sebagai Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda. Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana.

     Tentara Jepang melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Demi tugas, dr. Kariadi harus segera menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang.

     Dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran.

     Mobil itui ditembak secara keji. Dr. Kariadi sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba di kamar bedah, keadaan dr. Kariadi sudah sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.

     Untuk memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang, dibangun 'Tugu Muda' sebagai monumen peringatan. 'Tugu Muda' ini dibangun pada tanggal 10 November 1950. Diresmikan oleh presiden Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. Bangunan ini terletak di kawasan yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran di Semarang, yaitu di pertemuan antara Jl. Pemuda, Jl. Imam Bonjol, Jl. Dr. Sutomo, dan Jl. Pandanaran dengan lawang sewu. Selain pembangunan 'Tugu Muda', nama Dr. Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang.

     Firnan Tuhan Yesus Kristus melalui peMazmur 103:20 (TB): "Pujilah TUHAN, .... hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya".


TAG

Tinggalkan Komentar