Deprecated: __autoload() is deprecated, use spl_autoload_register() instead in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/phpmailer/PHPMailerAutoload.php on line 45

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/k2056985/public_html/po-includes/core/vendor/fluentpdo/BaseQuery.php on line 226
BUAH - BUAHNYA
Logo
images

BUAH - BUAHNYA

Buah - Buahnya

 

Pernah suatu hari saya dimintai tolong untuk membelikan buah mangga 'Arum Manis' 1 kg.

Sesuai dengan namanya 'Arum Manis', ya harum baunya, ya manis rasanya. Saya ambil sebuah, saya kupas, dan... saya pun terkejut bercampur kecewa, mengapa? Mangga yang memang harum baunya, dan mungkin manis rasanya itu, ada ulatnya. Saya rela tidak menikmati yang satu buah itu, saya membuangnya.

Kehidupan kita berkeluarga, berjemaat, berpekerjaan, bermasyarakat, kesaksian hidup kita adalah 'buahnya'. Dalam dunia bisnis, kita mengenal: 'customer is king', siapapun kita hargai, bahkan kita rajakan, itu kalau kita ingin memiliki rasa damai sejahtera, atau ingin berdamai dengan lingkungan kita. Ulat merusak pergaulan.

Setelah berjemaat kemarin hari Minggu, saya sempat sharing dengan beberapa sahabat inter denominasi, timbul kesimpulan bahwa 'orang yang hobinya menghakimi sesamanya itu bak ULAT yang justru merusakkan hingga nama HARUM dan rasa MANISNYA JEMAAT, GEMBALA, dsb hancur'.

Seorang sahabat saya dari Solo, bapak AB, kemarin sharing tentang seorang sahabatnya yang sudah dipanggil Tuhan, yang prinsip hidupnya:
(1).Dia tidak pernah menyalahkan sesamanya dan selalu berpikir positif terhadap orang lain (dia tak pernah menghakimi dan memandang serba negatif kepada orang lain).
(2).Dia selalu jadi solusi dalam setiap masalah, tidak jadi problem maker apalagi trouble maker (orang yang suka menghakimi pasti jadi trouble maker, karena tak pernah sepakat dengan sesamanya).
(3).Dia selalu memaklumi, memahami, mau mengerti bahkan rela mengampuni jika ada seseorang yang berbuat sesuatu bertentangan dengan pandangannya.
(4).Dia senantiasa mau jadi pendengar yang baik, bersikap sebagai pembicara sekaligus pemerhati yang amat bijaksana (orang yang hobinya menghakimi, buahnya PASTI mudah emosional).
(5).Dia tidak pernah 'SOK': SOK menyalahkan, SOK ngomeli, SOK mengkritiki orang lain atau ajaran lain atau denominasi lain, SOK pencitraan, pembenaran diri, dsb. Walau rekan itu telah meninggal dunia, tetapi namanya tetap harum dan manis; nama harum dan manis JEMAAT DAN GEMBALA tidak dirusak olehnya.

Tuhan Yesus Kristus mengajar kita di kitab Matius 7:20 (TB) agar kita mewaspadai orang-orang seperti itu: "Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka". (JAWA94): "Mengkono uga kedadéané para nabi palsu mau. Kowé bakal padha bisa nitik wong-wong mau saka wohing penggawéné".


TAG

Tinggalkan Komentar